Sosbudpar

Idul Adha, Pasar Semampir Tutup


KRAKSAAN – Perayaan Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen yang dimanfaatkan para pedagang di Pasar Semampir, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo untuk libur. Seharian kemarin (11/8), tidak ada aktivitas berarti di Pasar Semampir.

Dari pantauan Koran Pantura di lokasi, usai sholat Idul Adha, Pasar Semampir langsung sepi dari aktivitas. Kios-kios di dalam pasar, baik yang menjual daging, ikan, sembako hingga konveksi, tutup.

Bagian depan pasar yang biasanya dipenuhi dengan penjual ikan segar dan aneka sayuran juga bersih dari aktivitas perdagangan. Hanya ada beberapa titik yang masih bising dengan mesin. “Saya masih buka. Karena warga biasanya butuh jasa saya waktu Idul Adha,” kata Nardi, pemilik jasa penggilingan daging di pasar tersebut.

Selain tetap menjalankan usahanya, dia juga ditugasi untuk menjaga kios-kios di Pasar Semampir seharian kemarin. Gerbang masuk pasar dari arah barat ditutup dan dikunci. Nardi berjaga di gerbang timur, tepat di kios usahanya.

SEPI: Seorang anak mengendarai sepeda berboncengan di depan barisan kios pasar Semampir yang tutup saat perayaan Idul Adha, Minggu (11/8) kemarin. Tampak pula lapak penjual ikan yang kosong dari aktifitas penjualan. (Deni Ahmad Wijaya/Koran Pantura)

“Saya yang bawa kunci. Khawatir ada orang yang masuk. Buat jaga-jaga biar gak ada kasus kemalingan di kios pedagang,” kata warga Kelurahan Semampir ini.

Menurutnya, tutupnya Pasar Semampir saat Hari Raya sudah menjadi kebiasaan tahunan. Dalam setahun, ada 3 momen di mana Pasar Semampir tutup. Yakni pada hari raya Idul Fitri, hari raya Idul Adha, dan hari pertama Ramadan.

“Setiap tahunnya begini. Pedagang kan juga butuh kumpul sama keluarga dan bersilaturahmi dengan kerabat dan tetangganyam,” ucapnya.

Nardi mengatakan, sebagian pedagang baru akan beraktivitas normal lagi pada Senin pukul 02.00. Mereka berjual di tepi jalan di depan Pasar Semampir. Mulai dari ikan, daging, sayuran dan bumbu-bumbu dapur.

“Nanti jam 2 pagi (tadi pagi, red), sudah ada pedagang yang jualan. Buat blijo (pedagang keliling, red),” terangnya. (awi/eem)


Bagikan Artikel