Sosbudpar

Jelang Idul Adha, Permintaan Sapi Madura Meningkat


KRAKSAAN – Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini, permintaan sapi di Kabupaten Probolinggo meningkat. Hal ini bisa dibuktikan dengan semakin banyaknya sapi Madura yang dijual ke Probolinggo.

Slamet Haryadi, Paramedik Veteriner di Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Kalibuntu Probolinggo mengatakan, selama sepekan terakhir, jumlah sapi Madura yang diturunkan di dermaga pelabuhan Desa Kalibuntu, Kota Kraksaan mengalami peningkatan.

“Hari biasa itu satu kapal biasanya hanya membawa 37 ekor, paling banyak 40 ekor, bahkan pernah hanya membawa 27 ekor saja. Menjelang Hari Raya Idul Adha ini ada peningkatan sekitar 20 persen, jadi satu kapal bisa mengangkut lebih dari 50-55 ekor sapi,” katanya, Senin (5/8).

Ia menjelaskan, meskipun sapi-sapi tersebut masih terlihat kecil, namun ia memastikan usia dari sapi-sapi itu sudah lebih dari satu tahun, sehingga siap untuk dijadikan hewan kurban.

“Usianya sudah lebih dari 1 tahun, kecil memang sapinya. Ini merupakan sapi asli ras Madura, jadi tidak sama dengan sapi-sapi lokal seperti milik para peternak di sini,” katanya.

Ia pun menjamin bahwa 49 ekor sapi yang didatangkan tersebut sudah terjamin kesehatannya. Sebab, sebelum diberangkatkan ke tanah Jawa, sapi-sapi tersebut harus mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas terkait. “Kalau tidak ada SKKH-nya sapi-sapi tersebut tidak bisa berangkat. Jadi memang dicek dulu kesehatannya untuk mendapatkan SKKH itu, baru sapi bisa dikirim,” jelasnya.

Pelabuhan Kalibuntu memang tidak hanya melabuhkan kapal untuk penyeberangan orang. Tetapi kapal juga biasa mengangkut komoditas tertentu dari Pulau Garam. Yang paling populer adalah Sapi. “Dalam seminggu ada 3 kali jadwal, yaitu Senin sore, Rabu pagi, dan Jumat sore,” ungkapnya. (ay/awi)


Bagikan Artikel