Sosbudpar

PHRI Bikin Petisi Soal Tiket Mahal Bromo


SUKAPURA – Tiket masuk kawasan wisata Gunung Bromo saat ini terbilang sangat mahal. Terlebih harga tiket untuk wisatawan mancanegara. Hal ini disikapi serius oleh sejumlah pihak yang siap membuat petisi soal mahalnya tiket masuk Gunung Bromo.

Pembuatan petisi ini bukannya tanpa alasan. Sebab, harga tiket yang dinilai mahal itu disinyalir bisa mengurangi angka kunjungan wisata ke Gunung Bromo.

Sebagai perbandingan, tiket masuk kawasan Candi Borobodur dan Prambanan bagi wisatawan mancanegara hanya sebesar Rp 150 ribu per orang. “Nah, kalau di Gunung Bromo Rp 250 ribu di hari biasa, dan Rp 350 ribu untuk akhir pekan dan hari libur nasional,” jelas Ketua PHRI Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaludin, kemarin (14/7).

Karena kondisi itu, lahirlah niatan untuk membuat petisi soal mahalnya tiket masuk Gunung Bromo. Niat itu lahir saat sejumlah tokoh dan pelaku usaha wisata di Gunung Bromo rapat koordinasi di kantor Kecamatan Sukapura, akhir pekan lalu. “Salah satu poinnya ya membuat petisi ini,” kata Digdoyo yang karib disapa Pakde Yoyok.

Nantinya, surat petisi itu akan dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup agar mendapatkan tanggapan. “Ya kita kirim ke kementerian. Tandatangan petisi ini nantinya akan diisi oleh sejumlah tokoh yang ada di kawasan Gunung Bromo,” jelas owner Yoschi’s Hotel itu.

Pakde Yoyok berharap adanya petisi ini nantinya akan direspons dengan adanya keputusan baru soal tarif masuk kawasan Gunung Bromo. “Dengan begitu, paling tidak wisata Gunung Bromo ini benar-benar menjadi pilihan utama bagi wisatawan mancanegara. Sebab, selama ini Bromo masih kalah dengan Borobudur dan Prambanan,” ujarnya.

Selanjutnya, Pakde Yoyok menargetkan petisi tersebut akan selesai dalam waktu dekat. “Harapan kami, (petisi) segera selesai dan segera dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup,” terangnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel