Sosbudpar

Jatim Berpotensi Krisis Kopi


KRUCIL – Ada catatan penting dari rangkaian acara panen raya Kopi Krucil di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo, Sabtu (29/6) lalu. Salah satunya adalah warning atau peringatan bahwa Jawa Timur dalam dua tahun ke depan bisa mengalami krisis pasokan kopi.

Peneliti sekaligus sensory analyst (penguji cita rasa) di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Kabupaten Jember Yusianto memprediksi Jawa Timur (Jatim) akan mengalami krisis kopi 2 tahun mendatang. Hal itu dikatakannya saat mengisi materi dalam kegiatan panen raya petik merah di Kecamatan Krucil, Sabtu (29/6) lalu.

Dijelaskan Yusianto, alasan Jatim bakal mengalami krisis kopi lantaran antara pasokan dan kebutuhan kopi lokal saat ini tak berimbang. Diprediksikan, pada tahun 2021 mendatang angka konsumsi kopi diprediksi tembus 100.000 ton. Sedangkan pasokan kopi dari para petani jika ditotal seluruh Jatim diprediksinya hanya akan mampu mencapai sekitar 80.000 ton saja.

“Pertumbuhan konsumsi kopi dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini seiring dengan menjamurnya bisnis cafe yang menjajakan kopi sebagai minuman wajib di tempat usaha mereka,” jelasnya.

Dikatakannya, dengan kian menjamurnya bisnis cafe penyedia kopi, maka secara otomatis kebutuhan konsumsi kopi pun kian meningkat. Dimana selama ini provinsi Jatim dalam memenuhi kebutuhan kopi lokalnya saja sampai harus meminta pasokan dari luar daerah, seperti Lampung bahkan dari Vietnam.

“Alasan kenapa memasok kopi dari luar, karena memang kebutuhan kopi kian meningkat sedangkan pasokan yang ada relatif stagnan,” katanya.

Oleh karena itu, dia mendorong kepada seluruh petani kopi yang ada di Jatim agar meningkatkan kapasitas produksinya. Selain itu bagi pemerintah daerah agar kembali menggalakkan program perkebunan kopi rakyat, mengingat peluang yang ada sangat terbuka lebar.

“Untuk antisipasi agar kita tak mengalami krisis kopi tersebut, tentunya perlu diadakan sosialisasi dan juga program nyata guna mendongkrak luasan lahan perkebunan kopi di daerah sentra penghasil kopi yang ada di Jawa Timur,” tuturnya.

Adapun daerah sentra penghasil kopi di Jawa Timur meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, Pasuruan, Malang, Probolinggo, Mojokerto, Jombang, Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, serta Magetan. (tm/awi)


Bagikan Artikel