Sosbudpar

PCNU Kraksaan Rayakan Kemenangan 01


KRAKSAAN – Putusan MK yang menyatakan menolak gugatan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 disambut gembira PCNU Kraksaan. Sebagai wujudnya, Minggu  (30/6) pagi PCNU Kraksaan menyelenggarakan tasyakuran menyambut kemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 yaitu Joko Widodo (Jokowi) – KH Ma’ruf Amin.

Tasyakuran sekaligus halal bihalal PCNU Kraksaan tersebut dimulai sekitar pukul 10.00. Sembari menunggu kedatangan para undangan, hadirin dihibur hadrah yang disuguhkan para kader NU sendiri. Bahkan, sejak pagi, LKNU  menyelenggarakan khitan gratis kepada 25 anak dari warga NU.

Ketua PCNU Kraksaan Nasrullah Ahmad Sujai menyampaikan, acara tersebut merupakan perayaan atas terpilihnya Jokowi dan KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2019-2024. Jadi, PCNU Kraksaan yang sebelumnya menyatakan dukungan sikap atas 01, sudah membuahkan hasil. “Ini merupakan perayaannya,” ungkapnya.

Sementara itu Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyampaikan, kemenangan Jokowi – KH Ma’ruf Amin merupakan kemenangan NU yang perlu dirayakan. Sebab, KH Ma’ruf Amin yang menjabat sebagai Wakil Presiden RI merupakan kader NU dan mantan PBNU. “Ini merupakan prestasi besar bagi NU, karena ada tokoh NU yang menjadi orang nomor dua di negara ini,” katanya.

Tidak hanya itu, anggota Komisi VIII DPR RI itu menuturkan bahwa banyak kader NU yang juga berhasil duduk dalam kursi legislatif. Baik pada tingkat daerah, hingga pusat. Situasi demikian merupakan nilai plus bagi NU yang perlu dipertahankan. “Nah, ini harus dimanfaatkan oleh NU sendiri untuk membawa NU menjadi lebih besar lagi,” jelasnya.

Namun, ia berpesan bahwa keadaan yang sangat mendukung terhadang pertumbuhan NU itu jangan sampai disepelekan. Meski masjid-masjid sudah mengakar di berbagai daerah, tetapi jangan biarkan eksistensi masjid hanya dimanfaatkan sebagai tempat shalat 5 waktu saja.

“Jangan samakan masjid dan gereja, yang ramainya hanya ketika beribadah saja. Selain waktu (beribadah) itu, gunakan untuk kegiatan lainnya,” kata suami Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari itu.

Targetnya, katanya, para generasi muda nantinya bisa menjadi penerus amanah NU dan menjaga keuntuhan NU. “Yang terpenting juga, NU harus bergerak proaktif. Supaya tidak ada aliran-aliran sesat yang masuk ke Probolinggo. Ini tugas besar NU, menangkal pemikiran radikal dan menolak aliran sesat,” tandas Hasan. (yek/iwy)


Bagikan Artikel