Sosbudpar

Baru, Banyak Bedak Kosong di Pasar Bantaran

BANTARAN – Para pedagang Pasar Bantaran akhirnya lega. Sejak  H-2 Idul Fitri 1440 H, mereka sudah menempati bangunan baru Pasar Bantaran hasil renovasi pada 2018 lalu. Namun,  sejumlah bedak yang berada di tengah Pasar Bantaran masih banyak yang kosong.

Soal bedak kosong itu, banyak alasan yang diungkapkan pedagang. Mulai karena tempatnya yang dianggap kurang representatif, hingga ada yang beralasan ukuran bedak tidak sama dengan yang lama.

Penyempitan ukuran bedak dari sebelumnya terjadi karena memang pembangunan pasar sedikit mundur, kurang lebih 6 meter dari tempat semula. Selain untuk mencegah kemacetan, mundurnya gedung dari badan jalan itu juga agar tersedia lahan parkir yang memadai bagi para pengunjung.

Berikutnya, sejumlah pedagang ada yang sedikit memaksakan dagangan tidak sesuai dengan zona. Misalnya, bedak yang didesain untuk menjual berbagai ikan dan bumbu dapur justru disulap menjual bedak pakaian. “Karena sebelumnya saya disini. Mau bagaimana lagi?  Ya kita tempati, meski tidak tidak sama seperti sebelumnya,” kata Ahmad, salah satu pedagang, kemarin (13/6).

Sedangkan Isna, pedagang lainnya, mengaku berterimakasih kepada Pemkab Probolinggo yang sudah membangun Pasar Bantaran. “Saya pindah dua hari sebelum lebaran. Dikirimi surat untuk pindah, akhirnya pindah. Tetapi ngelembur sampai jam dua dini hari,” katanya.

Isna mengakui jika ukuran bedak yang ditempati saat ini tidak sama dengan sebelumnya. Tetapi Isna bisa memahami kondisi ini. “Kan memang bangunannya agak mundur dari jalan.  Jadi ya begini adanya,” ujarnya.

Kendati masih ada pedagang yang keberatan, sebagian besar pedagang Pasar Bantaran merasa senang dengan kondisi bangunan yang sekarang. Selain baru, kondisinya lebih bersih dan  tertata.

Menurut Isna, sekarang tinggal bagaimana para pedagang ikut serta menjaga kebersihan dan ketertiban pasar. “Seperti kalau ada sepeda motor yang sampai diparkir di dalam. Kalau seperti itu kan tetap saja terlihat semburat,” kata Isna.

Soal pengaturan zona bedak, Isna menilai sudah adil. Pemkab Probolinggo menurutnya juga meratakan pemberian los kepada pedagang. Artinya, oknum pedagang yang mempunyai banyak los atau bedak, hanya dibatasi dapat satu los. (rul/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan