Sosbudpar

Hunting Foto Gugus Bintang, Wisata Ramadan Kawasan Bromo

SUKAPURA – Aktivitas dunia wisata di kawasan Gunung Bromo kian bervariasi. Pada momen Ramadan yang bisa dikatakan sepi dari wistawan, justru menjadi alternatif bagi wisatawan minat khusus. Mereka yang hobi fotografi berburu foto gugusan bintang di malam hari. Terutama obyek yang diinginkan yakni Galaksi Bima Sakti atau dalam bahasa Inggris disebut Milkiway.

Seperti diungkapkan Mahmudin, pria yang biasa dipanggil Mbah Jenggot ini mengatakan menurnunya pengunjung Gunung Bromo ini menjadi hal yang posotif bagi pemburu Milkiway. “Karena kalau sepi, kita bisa enak memilih spot terbaik untuk mengabadikan langit pada malam hari, utamanya memburu milkyway,” jelas Mbah Jenggot.

Akan tetapi, untuk memburu Milkiway sendiri harus mengtahu prediksi cuaca yang dikeluarkan BMKG juanda. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi langit yang tertutup awan atau mendung. “Kalau mendung atau hujan malah susah, jadi harus pinter pinter cari waktu, yang jelas untuk Ramadan seperti sekarang juga bagus,” katanya.

Hasil pemotretan gugus bintang dari bukit kawasan Gunung Bromo. (Istimewa/koran Pantura)

Wisata minat khusus seperti ini, kata Mbah Jenggot, tidak bisa dilakukan oleh wisatawan umum. Tapi biasanya fotografer profesional sangat meminati hal seperti ini. “Kalau masyarakat umum biasanya yang diburu sunrise,” ujarnya.

Karena minat khusus, tentu untuk mendapatkan gambar Milkyway yang bagus harus berpindah, dari satu tempat ke tempat yang lain. “Biasanya tarif untuk jeepnya tidak seperti biasa, makanya kalau ada wisaatawan seperti ini saya senang mas, karena ongkosnya juga relatif mahal,” kata Roni, salah satu driver jeep kawasan Sukapura.

Harga yang lebih tinggi itu mempunyai alasan, salah satunya dilakukan hampir sepanjang malam, dan dilakukan di berbagai sudut Gunung Bromo. “Kalau paket biasanya kan hanya dua sampai emapt tempat, kalau ini keliling full Bromo,” terangnya. (rul/ra)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan