Sosbudpar

Angka Kemiskinan Turun 1 Persen

Bupati bersma Ketua BPS berdiskusi tentang data kemiskinan di Kabupaten Probolinggo (Tunjung Mulyono/ Koran Pantura)

PROBOLINGGO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo memperkirakan angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo sepanjang tahun 2018 ini mengalami penurunan 1 persen. Penurunan ini disebutkan sebagai dampak positif dari program padat karya yang getol dijalankan oleh Pemkab Probolinggo.

Jika merujuk data BPS pada 2016, angka kemiskinan Kabupaten Probolinggo berada di angka 20,98 persen. Kemudian di tahun 2017, angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo turun di angka 20,52 persen. Artinya, di tahun 2017 lalu tercatat ada sekitar 240 ribu jiwa penduduk Kabupaten Probolinggo yang masuk kategori miskin.

Dan untuk tahun 2018 ini Pemkab Probolinggo mendapat kabar menggembirakan. BPS menyebut angka kemiskinan Kabupaten Probolinggo turun hingga 1 persen. Hal ini dirasa sangat menggembirakan Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari. Sebab, ini berarti angka kemiskinan Kabupaten Probolinggo turun di bawah angka 20 persen.

“Progres penurunan itu sesuai target kami. Pada 2019, angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo harus di bawah 20 persen,” kata Bupati Hj Tantri saat mengunjungi kantor BPS Kabupaten Probolinggo, Jumat  (7/12) lalu.

Saat datang bersama beberapa kepala OPD hari itu, Bupati Tantri langsung meminta kejelasan pada BPS soal penurunan angka kemiskinan itu. Meski hanya turun 1 persen, data itu dirasa sangat berharga. Sebab, angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo terbilang masih tinggi di Jawa Timur.“Kami mendapat informasi dari BPS kalau angka kemiskinan turun, sehingga kami konfirmasi dan ternyata benar. Ini menggembirakan bagi kami,” ujar Bupati Tantri.

Namun, saat ditanya angka pasti dan indikator pencapaian, Tantri enggan menjawab detail. Menurutnya, BPS lebih memiliki kewenangan untuk menjelaskan hal itu. “Bisa ditanyakan ke BPS detailnya. Lagi pula, ini kan belum dirilis dari (BPS) pusat,” kata Bupati Tantri.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Djudjuk Widhilaksana membenarkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo turun sebesar 1 persen. Namun demikian, ia masih menunggu data resmi dari BPS pusat sebelum dirilis ke media. “Yang pasti turun, namun detail angkanya menunggu data dari (BPS) pusat, karena belum ada rilis. Nanti kita informasikan lebih lanjut,” janjinya.

Menurut Djudjuk, penurunan angka kemiskinan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang paling berdampak ialah maksimalnya program padat karya di Kabupaten Probolinggo, sehingga kesejahteraan warga meningkat. “Padat karya mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya yang ada di desa,” ujarnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan