Sosbudpar

Jantung Bocor Membuat Bocah 10 Tahun Ini Merana

BESUK – Nasib malang menimpa Adit Maulana (10) warga Desa Alassumur Lor, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Sejak lahir, siswa kelas III MI Hidmatul Hikam itu menderita penyakit Tetralogy of Fallot (TOF) atau jantung bocor dan pembuluh darah sempit. Penanganan kesehatan telah dilakukan. Nyatanya, Adit memerlukan penanganan yang lebih intensif.

 

Sudarsi, ibu dari Adit mengatakan, ketika masih balita, Adit sering menangis pada tengah malam. Sejak masuk RA Hidmatul Hikam, kebiasaan menangis mulai berkurang. Namun tiap mengikuti kegiatan olahraga di sekolahnya, Adit kerap kesakitan.

 

“Anakku sering nafasnya ngos-ngosan, bibir dan kukunya sampe membiru, dan wajahnya nampak pucat. Akhirnya saya bawa periksa ke bidan, kemudian dirujuk ke rumah sakit daerah. Tetapi di sana alatnya kurang memadai. Akhirnya di rujuk lagi ke RS pusat (RS Cipto Mangunkusumo) di Jakarta sampai sekarang,” terang Sudarsi.

 

Sudarsi sendiri dan suaminya saat ini sedang menemai Adit Maulana di RSCM Jakarta sejak 4 Mei lalu. Selama berada di jakarta, Sudarsi dan suaminya harus ngekos di sekitar rumah sakit. Suaminya pun harus meninggalkan pekerjaannya.

 

Menurutnya, Adit dijadwalkan menjalani operasi Rastelli atau penutupan jantungnya yang bocor. Ia juga perlu mengambil selang yang dipasang waktu operasi yang pertama.

 

“Biaya operasi ditanggung BPJS. Namun ada sebagian yang harus dibayar sendiri, misalkan kayak sekarang. Untuk operasinya saya harus menyediakan sendiri pendonor darahnya sekitar 6 orang. Golongan darah Adit adalah A,” tutur Sudarsi.

 

Operasi kali ini bukan yang pertama yang dijalani oleh Adit. Operasi pertama dijalaninya pada 2015 lalu untuk memasang pelebaran pembuluh darah. Kemudian ia menjalani operasi berikutnya pada Oktober 2018. “Periksa atau kontrol di Malang sudah tidak terhitung berapa kali,” kata Sudarsi.

 

Kondisi Adit dibenarkan oleh Amina, guru RA. Hidmat Hikam. Ia menyampaikan, Adit tidak bisa terlalu lelah ketika berolahraga meski ia sangat gemar berolahraga. “Kalau keliatan pucat, saya hentikan dan panggil ibunya yang selalu menyertainya. Lalu saya sarankan untuk periksa,” ujar Amina.

 

Di sekolah, Adit senang bergaul dengan teman-teman. Bocah itu juga aktif mengikuti pembelajaran di kelasnya. “Nilainya bagus, anaknya aktif dan periang. Dia kalau ditanya pengen jadi apa? Jawabannya pasti dokter,” tutur Amina. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan