Sosbudpar

Ngabuburit ala Para Skateboarder, Main di Glaser Kota Probolinggo

PROBOLINGGO – Di Kota Probolinggo ada komunitas skateboarder yang rutin berlatih saban sore. Saat ini, meski bulan puasa, para skater itu tetap saja bersemangat menjalani aktivitasnya. Hanya, kemarin terlihat mereka main skateboard di Bundaran Gladak Serang (Glaser). Rupanya mereka sengaja pindah lokasi latihan, selain demi menunggu datangnya waktu buka, juga untuk menghibur masyarakat.

Para skater itu kemarin (8/5) sore terlihat asyik sekali meluncur di atas papan skate. Yang jadi lintasan adalah Bundaran Gladak Serang (Glaser) di pangkal Jalan Mastrip, Kota Probolinggo. Warga yang sedang menikmati waktu sore hari di Bundaran Glaser pun jadi memperhatikan aksi mereka.

Skater-skater itu masih berusia remaja. Tetapi skill mereka tak perlu diragukan lagi. Maklum, mereka memang rutin berlatih, bahkan hampir setiap sore. Adapun tempat latihan mereka sehari-harinya adalah di depan Museum Probolinggo di Jl Suroyo Kota Probolinggo.

Tetapi selama Ramadan ini, mereka memilih berganti lokasi berlatih. Mereka memilih beraktivitas sore hari di Bundaran Glaser. Mereka beralasan,  selain menunggu datangnya azan maghrib, mereka memang berniat mencari dan menjajal spot baru. Kebetulan, floor atau lantai di bundaran glaser memang halus dan licin. Medan seperti itu dirasa cocok untuk bermain skateboard.

Seorang skateboarder sedang beraksi di Bundaran Gladak Serang Kota Probolinggo, kemarin (8/5). (Agus Purwoko/Koran Pantura)

Alasan seperti itu disampaikan Izza Oktavian Ramadhani, salah satu anggota komunitas yang bernama Probolinggo Pecinta Skateboard (SPS) itu. Menurutnya, komunitasnya baru pertama kali menjajal spot Bundaran Glaser. Dibanding floor di halaman museum, lebih nyaman di Bundaran Glaser.

Selain licin, di Bundaran Glaser tidak terganggu dengan lalu lalang kendaraan dan pejalan kaki. Lain dengan saat mereka latihan di depan museum. Selalu terganggu oleh pejalan kaki dan lalu lalang kendaraan. Selain itu, lantainya juga berupa aspal. “Jadi, nyaman latihan di sini ketimbang yang lain. Kami latihan di sini dalam rangka mencari spot baru,” tutur Izza.

Bagaimana kalau nanti mereka dilarang latihan di Bundaran Glaser?  “Enggak masalah kalau dilarang. Tidak membuat kami patah semangat. Kami akan mencari tempat lain,” ujar Izza diangguki rekan-rekannya.  

Izza dan rekan-rekannya mengatakan, mereka akan terus berlatih untuk meraih prestasi. Itu sudah jadi semangat yang ditiupkan para seniornya. Mereka sudah mampu bertanding di event kelas dunia.  

Izza yang tinggal di Perumahan Kopian Indah, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan ini sempat menyinggung soal tempat latihan yang dibangun oleh pemkot di GOR Ahmad Yani. Menurutnya, tempat tersebut tidak memenuhi standar dan membahayakan.  “Kami belum pernah latihan di sana. Soalnya tidak standar, sehingga membahayakan. Mending latihan di tempat lain,” katanya.

Lalu bagaimana respons Pemkot Probolinggo atas aktivitas para skater di Bundaran Glaser? Kasi Operasi pada Dinas Satpol PP Hendra saat dihubungi kemarin langsung menghimbau agar para pecinta skateboard tidak latihan di Bundaran Glaser.

Menurutnya, tugu dan air mancur serta kolam yang di Glaser memang merupakan fasilitas umum, tetapi tidak untuk latihan skateboard. Selain bisa merusak, latihan skateboard menurut Hendra juga bisa mengganggu arus lalu lintas. “Jadi, kami himbau untuk tidak latihan di sana. Fasum bisa rusak dan mengganggu lalu lintas,” katanya.

Kata Hendra, lebih baik para skater latihan di tempat lain. Sebab, jika latihan di Bundaran Glaser, bisa saja skateboarder keluar dari arena dan dihantam kendaraan yang lewat. Terlebih di sore hari, kendaraan yang lewat di Bundaran Glaser jumlahnya makin banyak. “Latihan di museum saja. Atau di GOR Ahmad Yani. Kan sudah dibuatkan tempat latihan oleh pemkot. Itu saja yang dimanfaatkan,” imbau Hendra. (iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan