Sosbudpar

Empat B Belum Efektif Mengintegrasikan Pariwisata Kabupaten Probolinggo

KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo mulai tahun lalu melakukan integrasi antar-destinasi wisata. Program integrasi itu diberi nama Empat B, yaitu (Gunung) Bromo, (Pantai) Bentar, Bremi dan Binor. Keempat destinasi wisata itu diharapkan bisa terhubung dan membuat wisatawan lebih lama berwisata di Kabupaten Probolinggo. Sayangnya, hingga kini konsep tersebut belum signifikan.

Wisatawan yang datang ke Kabupaten Probolinggo masih dominan memilih menikmati indahnya Gunung Bromo. Itupun cenderung hanya transit, selepas kunjungan wisata ke destinasi di daerah lain. Setelah itu mereka pulang. Jadi, harapan agar wisatawan dari Bromo bisa bergeser menikmati Bentar, Bremi atau Binor, belum tercapai.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo setempat Sidik Wijanarko tidak menampik hal itu. Menurutnya, memang program Empat B masih belum signifikan. “Iya memang masih belum signifikan. Untuk membuat hal itu berjalan dengan baik, kan butuh proses. Ini masih berjalan setahun, ” ujar mantan Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo itu saat dikonfirmasi kemarin (25/4).

Para wisatawan menikmati keindahan wisata gunung Bromo saat sunset yang berada di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura. (Choirul Umam Masduqi/Koran Pantura)

Menurutnya, tahun ini diyakini program tersebut akan berjalan. Pasalnya, Empat B sendiri sudah menjadi progran prioritas bupati. Pemkab juga terus mengupayakan pembangunan infrastruktur menuju lokasi siwata. Sehingga, nantinya program tersebut akan berjalan. “Itu sudah masuk progran prioritas. Pasti nantinya bisa terintregasi dan membuat wisatawan semakin banyak dan lama berkujung ke Probolinggo, ” ujarnya.

Sidik juga mengakui, promosi wisata di daerahnya saat ini cenderung masih seputar  wilayah barat, terutama Gunung Bromo. Sedangkan wisata di daerah timur belum sepenuhnya terpromosikan.

Karena itu, ke depan promosi wisata daerah timur akan semakin dimasifkan. “Karena itu pembentukan badan promosi wisata daerah menjadi penting. Sehingga mereka nanti yang mempromosikan wisata di daerah. Toh, mereka nanti juga didanai dari APBD. Jadi bukan di daerah barat saja, tetapi di timur promosinya harus juga digenjot, ” jelas Sidik.

Untuk menjalankan program itu juga tidak luput dari campur tangan para pengusaha travel agent. Sebab, merekalah yang langsung bersentuhan dengan wisatawan. Mereka juga yang diharapkan bisa mengarahkan wisatawan untuk menjajal program Empat B.

“Semua element harus turut dalam menjalankan program itu. Karenanya tidak cukup hanya pemkab yang membangun. Jika tidak ada campur tangan para travel (agent), ya kami rasa tidak akan berjalan. Karena itu semua elemen harus turun,” ungkap Sidik. (rul/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan