Sosbudpar

Isra’ Mi’raj, Hasan Aminuddin Ingatkan Masyarakat untuk Shalat


PAJARAKAN – Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW diperingati oleh warga Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (31/3) malam. Peringatan itu dikemas dengan pengajian dan shalawatan di Desa Tanjung. Ada Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin yang hadir untuk memberikan ceramah.

Pria yang juga menjabat anggota Komisi VIII DPR RI berkesempatan mengisi ceramah kepada warga yang hadir. Menurutnya, Isra’ Mi’raj adalah penanda turunnya perintah menjalankan shalat lima waktu kepada Rasulullah Muhammad SAW sekalian umatnya.

Hasan Aminuddin menyapa jamaah yang menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj di Desa Tanjung, Kecamatan Pajarakan, Minggu (31/3) malam. (Istimewa)

“Maka pada hakikatnya, peringatan Isra’ Mi’raj adalah sebagai muhasabah atau introspeksi umat Islam atas kualitasnya menjalankan kewajiban ibadah shalatnya,” terang suami dari Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari ini.

Hasan mengutarakan bahwa pada zaman saat ini, umat Islam banyak yang lalai dalam menjalankan kewajiban shalat lima waktu. Hal ini dikarenakan terlalu sibuk dalam urusan duniawi.

“Marilah kita jadikan momentum peringatan Isra’ Mi’raj ini untuk mengingatkan kepada kita semua, apakah dalam satu tahun ini shalat lima waktu kita sudah beres dan tepat waktu,” kata Hasan.

Menurutnya, dengan memperbaiki amalan shalat waktu tepat waktu, maka segala urusan dan permasalahan hidup di dunia akan senantiasa mudah dan lancar. Termasuk jika umat Islam menginginkan kebahagiaan lahir batin dan lancar semua urusan. “Maka shalat lima waktu dan tepat waktu adalah jawabannya,” tegasnya.

Hasan menyatakan begitu pentingnya amalan shalat bagi umat muslim, tidak hanya bagi masing-masing individu bahkan untuk sebuah lingkungan. Oleh sebab itu, pemerintah selaku pengambil kebijakan, wajib memperhatikan fakta ini. “Serta mencari solusi untuk meningkatkan kualitas shalat,” terang politisi Partai NasDem ini.

Lebih lanjut, Hasan menuturkan pembangunan yang ideal itu adalah pembangunan yang seimbang antara infrastruktur dan pembangunan akhlak. Oleh karena itu, pihaknya bersama pengurus NU dan Pemkab Probolinggo tengah berikhtiar dalam sebuah inovasi pembangunan akhlak umat Islam. Khususnya di Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah program gerakan shalat subuh bersama masyarakat telah dimulai di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, selain shalat Subuh berjamaah juga diramaikan dengan kuliah Subuh oleh para muballigh, lalu istighotsah. Lalu ditutup dengan ngopi dan makan ketan bersama.

“Mohon doa restunya, Insya Allah gerakan ini akan kami upayakan merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo sampai akhir tahun ini. Selanjutnya akan kita kaji dampak dan manfaatnya, untuk kemudian dimasukkan ke dalam APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa),” tuturnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel