Sosbudpar

Bupati: PR Kami Meningkatkan Perekonomian

KRAKSAAN – Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari SE menyampaikan arah pembangunannya dalam Musrenbang RPJMD 2018-2023, kemarin (4/12). Ada beberapa data BPS yang disampaikan Bupati Tantri saat pemaparan di di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo di Kota Kraksaan itu.

Menurut Hj Tantri, kabar baik di bidang perekonomian yakni laju inflasi bisa ditekan. Pada 2014, inflasi senilai 5,7 persen, namun pada 2017 bisa ditekan menjadi 2,29 persen. Namun ada yang perlu perhatian serius dan menjadi isu penting di Kabupaten Probolinggo yakni terkait angka kemiskinan.

“PR (pekerjaan rumah, red) kita bersama, persentasi kemiskinan masih relatif tinggi di angka 20,52 persen atau  240,7 ribu penduduk miskin,” sebutnya.

Pihaknya sempat mempertanyakan secara serius pada BPS apakah angka tersebut benar. Ternyata data ini ada peluang error, pasalnya rakyat masih terjebak dalam istilah miskin kultural. Di mana miskin cultural terjadi karena masyarakat yang disensus tidak menyampaikan secara benar keadaannya.

“Artinya, walaupun mampu secara ekonomi, tetap mengatakan tidak mampu. Hal ini karena mereka berpikiran jika mengaku kaya maka tidak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ungkap Hj Tantri.

Meski demikian, Ia menyatakan pihaknya tidak membela diri. “Bagi semua yang hadir, inilah PR kita bersama. Kita harus merubah mindset,” kata Tantri.

Mindset atau kerangka berpikir yang dimaksud Hj Tantri yakni berusaha mengatakan kebenaran jika kondisi masyarakat sudah di atas garis kemiskinan.

Tak lupa, Bupati mewanti-wanti para kepala desa agar menginformasikan kebenaran. Ia mengungkapkan, ada kepala desa yang melaporkan warganya miskin, padahal sebenarnya tidak miskin. “Laporan itu tujuannya agar warga dimaksud terus memperoleh bantuan Pemkab Probolinggo, Pemprov Jatim, atau Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Lebih daripada itu, Hj Tantri mendorong seluruh leading sector memberikan kontribusi nyata dan konkret untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. “IPM (indeks pembangunan manusia) Kabupaten Probolinggo 2014-2017 ada kenaikan yag pasti dari tahun ke tahun, 63 persen menjadi 64,28 persen,” katanya.

Selain itu Tantri mengabarkan jika daya beli masyarakat sudah cukup baik. Namun hal itu tidak berbanding lurus dengan taraf kesehatan dan tingkat pendidikan. “Artinya masyarakat kecenderungannya boros, namun uangnya bukan untuk kesehatan dan pendidikan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, salah satu program yang menjadi solusi bagi masyarakat yakni Mall Pelayanan yang memberikan one stop service. Segala bentuk layanan administrasi OPD dapat dilayani di satu tempat dan mengurangi biaya transport. “Selain itu kami akan membuat e-commerce atau toko online khusus produk UMKM Kabupaten Probolinggo,” ungkap istri dari Anggota Komisi VIII DPR RI H Hasan Aminuddin ini. (ra/eem)

Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari, SE saat memaparkan capaian pembangunan 5 tahun sebelumnya. (Rahmat/Koran Pantura)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan