Sosbudpar

Aktivitas Vulkanik Bromo Meningkat, Keamanan Wisata Diperketat

SUKAPURA – Aktivitas vulkanik Gunung Bromo di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo terus mengalami peningkatan. Kendati tidak menutup aktivtas kunjungan wisata, namun TNBTS selaku pengelola sudah memperketat keamanan wisata.

Kepulan asap yang menyembur dari kawah Bromo ini menyebabkan otoritas terkait memperketat keamanan wisata. (Choirul Umam Masduqi/Koran Pantura)

Pengamanan yang dimaksud berupa larangan kepada wisatawan untuk naik  kawah. Hal itu tersebut sesuai dengan rekomendasi PVMBG agar tidak masuk zona 1 kilometer dari kawah.

Kepala Seksi Pengelolaan Wisata TNBTS Sarmin mengatakan, karena aktivitas vulkanik Gunung Bromo sejak beberapa hari terakhir naik, TNBTS menyiagakan beberapa personel di kawasan jalur ke kawah. Termasuk ke jalur tangga kawah.

“Kami menempatkan petugas untuk menghalau mereka yang ingin naik. Petugas secara bergilir di lokasi tangga menuju kawah Bromo, untuk memastikan tidak ada satu pun pengunjung yang menerobos dan naik ke kawah Bromo,” jelasnya.

Pria asli Malang ini menambahkan, meski hanya beberapa personel yang disiagakan, namun ia mengaku belum menambah personel yang akan melakukan pengawasan. Sebab, kunjungan wisatawan di Bromo cenderung sepi jika bukan akhir pekan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, yaitu Koramil, Polsek, dan kecamatan, serta vulkanologi, terkait pengawasan dan keamanan pengunjung,” terang Sarmin.

Dalam status waspada (level II) ini, TNBTS belum mengambil opsi penutupan jalur wisata. Sebab, jarak aman bagi aktivitas wisata masih 1 kilometer sesuai rekomendasi PVMBG. Apalagi wisata Bromo kini tidak hanya puncak kawah. Salah satunya yakni wisatawan bisa ke Teletubbies, Savana, Lautan Pasir, Penanjakan, Seruni Poin.

Di tempat-tempat tersebut, pemandangan Gunung Bromo tak kalah eksotisnya. “Jadi jangan takut berkunjung ke Bromo. Siapkan jaket, penutup kepala dan masker untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik,” ungkap Sarmin

Kemarin, asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna coklat tebal. Petugas pos pengamatan gunung api (PPGA) Bromo berhasil mengamati adanya 5 kali letusan. Asap hitam membubung hingga ketinggian 1500 meter di atas puncak kawah. Terjadi hujan abu serta terdengar suara gemuruh lemah hingga kuat.

Letusan ini terjadi dengan amplitudo 29-30 mmilimeter dengan durasi antara 47-58 detik. Selain itu, terjadi gempa tektonik jauh sebanyak 1 kali. Amplitudo mencapai 32 milimeter. Lama gempa tektonik ini, berdurasi 253 detik. Sementara tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-19 milimeter, namun dominannya 3 milimeter. (rul/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan