Sosbudpar

Sektor Wisata Berjalan Normal

SUKAPURA – Meskipun terjadi hujan abu di kawasan Gunung Bromo, namun sektor wisata masih berjalan dengan normal. Fenomena alam itu malah menjadi daya tarik tersendiri. Para wisatawan malah penasaran kenapa terjadi hujan abu.

Wijayanti, wisatawan asal Jakarta mengaku sudah beberapa kali ke Bromo. Namun baru kali ini ia merasakan hujan abu vulkanik. “Saya baru tahu kalau hujan abu seperti ini rasanya. Tidak masalah kok, Mas. Ini malah bikin saya penasaran,” kata perempuan paruh baya yang ditemui di sebuah warung di laut pasir Gunung Bromo ini, akhir pekan lalu.

Namun, karena kondisi tersebut, Wijayanti mengaku tak berniat lagi mengunjungi kawah yang mengeluarkan abu. “Makanya saya menunggu di warung saja, gak naik ke kawah,” katanya.

Menurutnya, adanya hujan abu dari kawah, pemandangan Bromo justru lebih indah. Apalagi kumpulan abu yang keluar dari kawah terlihat seperti asap berwarna kecokelatan. “Karena dari dala kawah keluar asap, view gunung bromo tambah bagus. Sunrise-nya juga tambah indah. Jadi, kami puas ke sini,” ungkapnya.

Anggi, salah seorang driver jeep wisata mengatakan, adanya hujan abu tidak memengaruhi sektor wisata. “Buktinya masih ramai, Mas. Kami berharap agar Gunung Bromo kondusif,” ungkapnya.

Di sisi lain, Lutfi, salah seorang pelaku usaha travel di Kecamatan Sukapura mengungkapkan, kunjungan wisatawan ke Bromo selama ini cenderung sepi. Sebab menurutnya, Maret termasuk low season. “Tapi, sepinya itu bukan karena keluar abu vulkanik. Tapi karena sekarang ini memang musim sepi. April nanti banyak lagi,” kata Lutfi. (rul/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan