Sosbudpar

Bromo Berasap, Wisatawan Takjub


SUKAPURA – Terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Bromo sejak awal pekan ini tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan. Para wisatawan justru lebih antusias datang, demi melihat panorama Gunung Bromo yang kawahnya tengah menyemburkan asap.

Salah satunya disampaikan Agung Madem, seorang wisatawan asal Bali. Dia mengaku tidak terlalu menghiraukan kondisi Gunung Bromo yang dikabarkan tengah bererupsi. Ia yakin, selama pihak berwenang menyatakan Gunung Bromo aman untuk wisatawan, maka dirinya merasa lebih tertantang untuk datang berkunjung. 

“Tidak khawatir, karena kalau keluar asap malah lebih indah dilihatnya. Apalagi statusnya masih sama seperti kemarin-kemarin, masih waspada kan,” kata Agung, Rabu (20/2).

Agung mengaku dating bersama rombongan tidak hanya untuk beribadah di Pura Luhur Poten Bromo di lautan pasir Gunung Bromo. Mereka juga berniat datang untuk untuk menikmati keindahan panorama Gunung Bromo. “Justru asap yang keluar tinggi seperti ini enak dilihat,” terangnya.

Sedangkan Ratna, seorang wisatawan lainya, justru mengaku takjub dengan kondisi Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. “Malah keren kalau keluar asap. Terlihat lebih hidup gunungnya,” ujarnya, kemarin.

Sementara Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaluddin membenarkan, animo wisatawan masih tinggi meski terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Bromo. Menurutnya,  sampai saat ini  belum ada laporan penundaan kunjungan wisatawan Gi Bromo. “Saat ini masih normal-normal saja. Pengunjung tetap datang silih berganti ke obyek wisata Gunung Bromo,” kata Digdoyo.

Sebagai informasi, jumlah hotel di kawasan objek wisata Gunung Bromo Tengger mencapai 14. Total kapasitasnya 528 kamar,  dan mampu menampung sekitar 1.200 orang. Ada juga homestay atau penginapan yang jumlah mencapai 71 unit.

Sedangkan terkait status Gunung Bromo, Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kenedie mengatakan jika sampai Rabu (20/2) masih berada di Level II atau waspada. “Hingga saat ini statusnya masih waspada. Nanti akan kami kabarkan jika sudah mendapat data terbaru dari PVMBG,” kata John, kemarin. (rul/iwy)


Bagikan Artikel