Sosbudpar

Rencanakan Sistem Pemantau Digital


SUKAPURA – Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berencana menerapkan sistem digital penghitung jeep Bromo. Hal itu untuk membatasi kepadatan trayek wisata. Diharap menjadi solusi kemacetan di Kawasan Penanjakan Gunung Bromo ketika akhir pekan atau liburan.

Sarmin Kepala Seksi Wilayah I TNBTS membenarkan ada rencana memberlakukan teknologi digital penghitung jeep.  Dalam penerapannya sensor canggih akan ditempatkan pada beberapa titik yang menjadi sektor kemacetan.

Menurut Sarmin teknologi itu sama dengan yang ada di kota besar. Program komputer yang disempatkan mampu menganalisa tempat parkir dan di pusat perbelanjaan kemudian menyampaikan notifikasi bahwa terjadi kepenuhan. “Secara bertahap akan diterapkan seperti itu, mohon doanya dan dukungannya agar para wisatawan yang berkunjung ke Bromo bisa nyaman,” terangnya.

Dia juga menyampaikan probabilitas titik yang bisa dipasangi sensor. Pertama, yang berada di pertigaan Dingklik. Sebab dari kawasan ini, berseliwran baik jeep dari Pasurauan, Malang ataupun Probolinggo. “Jika sesuai dengan kuota sudah penuh, jeep yang akan ke Penanjakan bisa dialihkan ke tempat lain,” papar Sarmin.

Opsi kedua, alat tersebu bisa dipasang di kawasan Bukit Cinta. Alasannya titik yang paling bawah menuju Penanjakan ini seringkali macet. Padahal di penanajakan sendiri masih kosong. “Untuk perbaikan pelayanan hal itu harus dicoba, mudah mudah segera terwujud,” uangkapnya.

Sementara itu, pantauan Koran Pantura saat libur hari besar atau akhir pekan beberapa spot wisata Bromo akan mengalam kemacetan parah. Terutama di kawasan Penanjakan Gunung Bromo. Padahal, TNBTS sudah menyediakan lahan parkir yang berada di pos Penanjakan. (rul/ra)


Bagikan Artikel