Sosbudpar

Sopir Angkot Gundah Ojol


PROBOLINGGO – Sopir angkot yang tergabung dalam Asosiasi Angkutan Kota Probolinggo (Asap) sedang gundah.  Sebab, beredar kabar bahwa pemerintah pusat akan memberlakukan Ojek Online (Ojol) jika uji coba di sejumlah kota se-Indonesia tidak ada masalah.

Tentu saja rencana tersebut menyulut keresahan para sopir angkutan umum konvensional, termasuk di Kota Probolinggo. Bahkan ada sopir yang mengajak rekannya untuk mencegat ojol bila ketahuan mengangkut penumpang. Pagi ini mereka akan menunggu di perempatan Brak dan akan mencegat ojol ataupun ojek mobil yang ketahuan mengangkut penumpang.

Namun, rencana tersebut ditentang oleh anggota Asap lainnya. Mereka tidak setuju dengan cara-cara kekerasan seperti itu. Sejumlah sopir angkot yang pada Minggu (10/2) pagi berkumpul sambil menunggu penumpang di pertigaan Ketapang, memilih untuk berkoordinasi dan  menemui ketua Asap untuk menanyakan apa yang harus dilakukan.

Di antara para sopir itu juga ada yang mengajak turun jalan. Sebab, jika tidak melakukan apa-apa, maka akan dianggap uji coba Ojol tidak bermasalah. Jika itu yang terjadi, maka pemerintah akan meresmikan operasional Ojol. “Informasinya seperti itu di koran. Jika uji coba di Surabaya tidak bermasalah, berarti kota lain dianggap setuju ke Ojol. Gojek akan disahkan,” kata sopir tersebut. 

Dan bila pemerintah sudah mengesahkan Ojol, para sopir angkutan konvensional itu akan kehilangan pekerjaan. “Kalau tidak ada aksi, kita dianggap setuju dengan Gojek. Makanya, Senin kami akan menemui ketua Asap. Agar segera izin demo,” tegas sopir lainnya.

Sementara, Ketua Asap De’er menyatkaan sudah tahu rencana pemerintah pusat  melalui Kementrian Perhubungan yang akan meresmikan Ojol pada pertengahan Februari ini. Menurutnya, mulai Januari hingga saat ini pemerintah melakukan uji coba serentak di sejumlah kota. Di Jawa Timur, uji cobanya di Kota Surabaya.

Atas hal ini, De’er menyebut bahwa Asap berencana turun jalan. Namun, sebelum melakukan aksi damai yang belumn diketahui pastinya itu, pihaknya akan menemui Walikta Hadi Zainal Abidin untuk meminta petunjuk. “Kami akan menemui Walikota bersama Dishub. Kami minta Dishub mendampingi dan memfasilitasi pertemuan kami dengan Walikota,” terangnya.

Menurutnya, Asap tidak pernah setuju dengan kehadiran Ojol, apalagi diresmikan oleh pemerintah pusat. Namun ia tidak khawatir jika pemerintah pusat mengesahkan operasional Ojol.

Sebab, salah satu aturan menyebutkan bahwa mengenai Ojol diserahkan ke pemerintah daerah. “Ya, saya pernah baca di salah satu aturan. Kebijakan Ojol dikembalikan ke daerah masing masing. Makanya, kami minta pemkot tidak ikut-ikut meresmikan Ojol,” pintanya.

Selanjutnya, De’er mengatakan bahwa jika nantinya Walikota mengabulkan permintaan Asap, maka mereka tidak akan melakukan demo. Namun sayang, hingga berita ini ditulis, Kepala Dishub Sumadi belum bisa dikonfirmasi. (gus/iwy)


Bagikan Artikel