Sosbudpar

Sajikan Rawon, Polres Probolinggo Catat Rekor Muri


PROBOLINGGO – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 76, Polres Probolinggo menggelar Festival Rawon khas Probolinggo di Alun-alun Kraksaan, Rabu (6/7). Sebanyak 5.236 porsi rawon gratis diberikan kepada pengunjung festival tersebut.

Sajian 5.236 porsi rawon nampaknya baru satu-satunya yang ada. Karena hal itu, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat kegiatan yang dilakukan Polres Probolinggo sebagai rekor sajian rawon terbanyak.

“Kegiatan ini resmi kami catat di MURI sebagai rekor yang ke 10.414 dan tercatat sebagai rekor dunia, karena ini merupakan makanan khas dari Probolinggo,” kata perwakilan MURI, Sri Widayati seusia menyerahkan penghargaan.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi menyampaikan, pihaknya berterima kasih kepada MURI yang telah mencatat kegiatan Festival Rawon Khas Probolinggo sebagai rekor dunia dengan sajian rawon terbanyak.

Arsya menjelaskan, bahwa digelarnya festival rawon karena makanan rawon sangat identik dengan Probolinggo. Selain itu, kegiatan tersebut juga bentuk dukungan moral kepada masyarakat di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Kondisi PMK saat ini tidak hanya berdampak pada peternak langsung. Tetapi juga para pemilik rumah jagal, para pedagang daging sapi, dan para pelaku usaha yang menggunakan bahan dasar daging sapi ini sangat terdampak,” paparnya.

Kegiatan festival ini menurutnya juga bagian dari kampanye melawan berita-berita hoax terkait PMK. Karena adanya informasi hoax tentang PMK mengakibatkan masyarakat enggan untuk mengkonsumsi dagig sapi.

“Maka dari itu, Polres bersama Forkopimda Kabupaten Probolinggo bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-76 membuat sajian rawon terbanyak. Kenapa rawon? karena identik dengan Probolinggo dan menggunakan daging sapi,” jelasnya. (ar/ra)


Bagikan Artikel