Sosbudpar

Cuaca Buruk, Snorkeling Ditutup


SUMBERASIH – Demi menjamin keselamatan para wisatawan, objek wisata snorkeling di perairan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, ditutup untuk sementara. Penutupan dilakukan karena kondisi cuaca sedang buruk di perairan Selat Madura.  

Hal itu dibenarkan Muhammad, salah satu pengelola jasa wisata snorkeling di Gili Ketapang. Menurutnya, keputusan penutupan sementara itu diambil berdasar kesepakatan seluruh pengelola jasa wisata snorkeling di Gili Ketapang.

Penutupan berlangsung efektif sejak Sabtu (26/1) hingga Rabu (30/1). “Untuk Februari, kami masih menunggu kondisi cuaca dulu. Jika memungkinkan, akan dibuka. Tetapi jika masih buruk, tentu tidak akan dibuka,” ungkap Muhammad kepada Koran Pantura, Minggu (27/1).

Dikatakannya, cuaca buruk membuat perairan disekitar pulau Gili ketapang yang notabene bagian dari perairan Selat Madura, saat ini masih belum kondusif. Ombak dan arus laut cukup kuat, sehingga membahayakan bagi aktifitas penyelaman. 

“Kami tidak mau mengambil risiko yang nantinya justru membahayakan bagi keselamatan wisatawan. Bagaimanapun, keselamatan wisatawan adalah yang utama dibanding mengejar keuntungan yang masih bisa kami cari di kemudian hari saat kondisi cuaca membaik,” kata Muhammad.  

Menurutnya, penutupan wisata snorkeling saat ini sudah diumumkan melalui media sosial dan para agen travel. “Ya, sudah kami umumkan kepada seluruh relasi dan pelanggan kami. Dan alhamdulillah, mereka dapat memahaminya,” ujarnya.

Dijelaskan pula bahwa sambil menunggu kondisi perairan menjadi tenang, para pengelola jasa wisata snorkeling mengisi hari-hari liburnya itu untuk memperbaiki peralatan. Terutama peralatan selam agar tetap berfungsi layak. “Daripada menganggur, kami mengisinya dengan memperbaiki peralatan selam milik kami. Baik itu jaket pelampung atau pun snorkel, agar terus berfungsi baik,” jelasnya.

Sementara itu, dalam rilisnya kemarin, BMKG Maritim Perak Surabaya memperkirakan arah angin umumnya berhembus dari Barat Daya-Barat Laut. Sementara tinggi gelombang di Selat Madura antara 0,8 – 2,5 meter, sehingga cukup membahayakan bagi pelayanan dan wisata bahari. Untuk itu, masyarakat diminta berhati-hati. (tm/iwy)


Bagikan Artikel