Sosbudpar

Januari, Ada 209 Janda Baru di Probolinggo


PROBOLINGGO – Sepanjang Januari lalu, pengajuan perkara cerai yang diterima Pengadilan Agama (PA) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo mencapai 283 perkara. Dari jumlah tersebut telah diputus sebanyak 209 perkara. Artinya, ada 209 duda dan 209 janda baru dari proses perceraian tersebut.

Panitera Muda Hukum PA Kraksaan Syafiudin mengatakan, dari 283 perkara perceraian tersebut, sebanyak 195 di antaranya adalah perkara Cerai Gugat (CG). Dalam hal ini, pihak yang menggugat cerai adalah pihak perempuan. Sementara 88 perkara lainnya adalah Cerai Talak (CT), di mana yang menggugat adalah pihak laki-laki.

“Itu perkara perceraian yang kami terima. Untuk yang telah kami putuskan ada 209 perkara. Cerai gugat ada 147 dan cerai talak ada 62 perkara,” katanya, Rabu (2/1).

Syafiudin menerangkan, masalah ekonomi adalah faktor paling dominan munculnya perceraian yang sudah diputuskan tersebut. Menurutnya, kondisi ekonomi yang tidak stabil biasanya akan berdampak pada perceraian rumah tangga.

“Seperti biasa, sejak ada pandemi Covid-19, faktor ekonomi memang sangat mendominasi angka perceraian. Jumlahnya untuk bulan Januari 116 perceraian yang disebabkan persoalan tersebut. Ini seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya,” terangnya.

Selain itu, ada faktor perselisihan terus menerus di dalam rumah tangga menjadi menjadi penyebab perceraian. Jumlahnya mencapai 64 perkara.

“Pertengkaran atau perselisihan di dalam rumah tangga juga dominan. Kalau faktor atau penyebab lainnya hanya berkisar di bawah 10 jumlahnya. Seperti yang disebabkan meninggalkan salah satu pihak itu hanya 7 perkara,” ungkap Syafiudin. (ar/eem)


Bagikan Artikel