Sosbudpar

Candi Jabung Minim Fasilitas


PROBOLINGGO – Meski tak ada tarif masuk bagi pengunjung, objek wisata Candi Jabung di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo kurang diminati. Hal itu merupakan imbas dari pandemi Covid-19. Namun selain itu, minimnya fasilitas di tempat wisata tersebut juga cukup berpengaruh.

Berdasarkan data di pos jaga Candi Jabung, pada Desember 2021, pengunjung hanya sejumlah 1.911 orang. Terdiri dari pengunjung umum 1.318 dan pelajar 593 orang. Jumlah tersebut terbilang rendah.

Hal itu diungkapkan Abd. Rahman, Koordinator Wilayah Cagar Budaya Kabupaten Probolinggo pada BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Timur mengatakan, sebelum pandemi, angka kunjungan sangat tinggi. Bahkan banyak pengunjung dari luar Kabupaten Probolinggo.

“Sejak ada pandemi, pengunjung turun drastis. Karena biasanya mencapai puluhan ribu pengunjung setiap bulan,” katanya, Minggu (9/1).

Di sisi lain, pihaknya berupaya agar membuat pengunjung tetap nyaman. Untuk itu, perawatan Candi terus dilakukan. Mulai pembersihan rumput hingga lumut yang biasa muncul di musim hujan. Namun perawatan yang dilakukan mengalami kendala pada keterbatasan tenaga dan biaya operasional.

“Di sini kekurangan tenaga, hanya ada 4 orang, awalnya 8 orang. Sedangkan untuk membersihkan rumput di musim hujan perlu tenaga ekstra. Di samping itu butuh bahan bakar. Jadi, kami mengandalkan (pendapatan dari) kotak (amal, red) yang ada di toilet. Itu pun kalau ada,” ungkapnya.

Selain situasi pandemi, pihaknya menyadari faktor minimnya fasilitas juga berpengaruh.

“Harusnya ada fasilitas yang menunjang. Tempat berteduh pengunjung hanya ada satu gazebo. Itu sangat kurang, padahal pengunjung ingin bersantai menikmati panorama Candi,” paparnya.

Babul, salah seorang pengunjung mengaku harus membawa tenda untuk berteduh. Ia datang bersama keluarga untuk menikmati tempat wisata tersebut. Karena menurutnya, Candi Jabung memiliki keindahan tersendiri untuk dinikmati.

“Suasana di Candi Jabung sangat asri. Kami juga dirikan tenda untuk berteduh anak-anak. Soalnya disini tempat berteduh minim, jadi kami bawa tenda dari rumah,” terang warga Kecamatan Paiton ini. (ar/eem)


Bagikan Artikel