Sosbudpar

Wisata Gunung Bromo Aman Dikunjungi


PROBOLINGGO – Erupsi Gunung Semeru  pada Sabtu (4/12) lalu dipastikan tidak menyambung dengan Gunung Bromo. Hal itu disebabkan  dapur magma dua gunung berapi aktif itu berbeda. Dengan demikian, wisatawan yang akan berkunjung ke Gunung Bromo tak perlu ragu, lantaran Gunung Bromo aman dikunjungi. Walau begitu, PVMBG Pos PGA Bromo meminta wisatawan tidak mendekati radius 1 kilometer.

Hal itu terungkap saat  Plt Bupati Probolinggo HA Timbul Prihanjoko mengunjungi Pos Pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Bromo, Selasa (7/12) di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Ikut serta dalam kunjungan itu, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Daniar dan sejumlah pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan dan perkembangan Gunung Bromo setelah terjadinya letusan Gunung Semeru. Saat berada di pos pantau tersebut, Plt Bupati Timbul dan Forkopimda Kabupaten Probolinggo diterima oleh Ketua Pos Pantau Pengamatan Gunung Bromo Wahyu Andrian Kusuma.

Wahyu Andrian sekaligus melakukan pemaparan dari hasil perekaman seismograf yang menunjukkan amplitudo 0,5 hingga dominan 1 milimeter. Artinya kondisi dan aktivitas Gunung Bromo masih stabil dan aman untuk dikunjungi.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menjelaskan peninjauan di pos pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Bromo ini dilakukan berkaitan dengan kesiapsiagaan dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana alam. Situasi saat ini di Gunung Bromo tidak ada tanda-tanda dan dikatakan status aman.

“Jika terjadi sesuatu hal-hal yang tidak diinginkan, tentunya harus dilakukan tindakan-tindakan evakuasi. Untuk saat ini, setelah kami melihat langsung hasil seismograf, Gunung Bromo dinyatakan stabil dan dalam kondisi aman terutama terkait dengan terjadinya bencana meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Artinya tidak ada dampak yang signifikan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Pos Pantau Pengamatan Gunung Bromo Wahyu Andrian Kusuma menyatakan, aktifitas Gunung Bromo saat ini masih waspada yaitu jarak aman 1 kilometer dari kawah dan direkomendasi untuk mewaspadai erupsi kreatif.

“Dengan terjadinya erupsi Gunung Semeru, tidak ada kaitan dengan aktifitas Gunung Bromo secara langsung. Kalau getaran hawa panas pada erupsi Gunung Semeru dapat terekam atau ditangkap oleh sensor yang ada di Gunung Bromo. Namun hal ini tidak berpengaruh dengan aktifitas di Gunung Bromo,” katanya.  (rul/iwy)


Bagikan Artikel