Sosbudpar

3 Arca Kaliacar Kategori Primitif


PROBOLINGGO – Temuan 3 arca di Desa Kaliacar mendapatkan respons dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Pada Selasa (16/11) sekitar pukul 15.00, rombongan BPCB datang ke Desa Kaliacar. Mereka mengamati arca yang masih berada di rumah Jamaluddin (50), si penemu arca.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada BPCB Jatim Kuswanto mengatakan, setelah melakukan pengamatan, pihaknya memastikan bahwa arca tersebut tergolong sebagai arca jenis primitif. Pasalnya, tidak ada tanda atau ukiran dalam arca tersebut yang menunjukkan corak Hindu ataupun Budha.

“Dari bentuknya, secara arkeologis pakemnya lebih ke arca primitif. Jadi, tidak ada sangkut pautnya dengan arca peninggalan kerajaan, baik itu Singosari maupun Majapahit,” katanya.

Meski sudah dapat memastikan arca tersebut bukan peninggalan kerajaan, ia belum dapat memastikan tahun berapa arca dibuat. Sebab, dalam arca tersebut tidak ada tanda yang menunjukkan tahun pembuatannya. Sehingga pihaknya perlu melakukan penelitian lebih mendalam untuk memastikan tahun pembuatannya.

“Meski primitif, belum tentu ini lebih tua dari Hindu Budha atau masa-masa kerajaan-kerajaan. Karena yang namanya kebudayaan itu hidup di masyarakat. Jadi, pada masa hindu-budha pun sebagian masyarakat yang hidup pada zaman itu masih ada yang menggunakan atribut-atribut primitif,” terangnya.

Untuk sementara ini, pihaknya memasrahkan penemuan arca tersebut kepada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo untuk diregister. Setelah itu, pihaknya baru akan melakukan penelitian lebih mendalam terhadap arca yang ditemukan di Dusun Bendungan desa setempat tersebut.

“Kalau sudah teregister daerah dan nasional, baru nanti ada penilaian dari tim ahli cagar budaya untuk menentukan arca tersebut tergolong cagar budaya atau bukan,” terang Kuswanto.

Rombongan BPCB didampingi oleh Shemy Hadi, Kepala Seksi Sejarah, Cagar Budaya, dan Permuseuman pada Disporaparbud Kabupaten Probolinggo. Shemy berterima kasih kepada Jamaluddin yang menemukan arca tersebut. Selanjutnya, pihaknya akan segera meregister temuan arca tersebut untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Kami berterima kasih atas penemuan tiga arca yang diindikasikan peninggalan sejarah purbakala ini. Langkah pertama, kami akan meregisternya dulu agar bisa dilakukan penelitian lanjutan,” terangnya. (ay/eem)


Bagikan Artikel