Sosbudpar

Cari Batu Sungai, Temukan Tiga Arca Monyet


PROBOLINGGO – Kecamatan Gading di Kabupaten Probolinggo memiliki riwayat kesejarahan tua yang belum banyak terungkap. Sebagai cerminannya, baru-baru ini ditemukan tiga arca di Desa Kaliacar, Kecamatan Gading.

Tiga buah arca atau patung berbentuk monyet berhasil ditemukan di Dusun Bensungan, Desa Kaliacar, Kecamatan Gading. Ketiga arca tersebut diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.

Ketiga arca tersebut pertama kali ditemukan oleh Jamal (50) yang juga merupakan warga setempat. Jamal menceritakan, ketiga arca tersebut ia temukan di sisi selatan sungai Rondoningo yang letaknya tepat berada di sebelah selatan rumahnya. Lokasinya saat ditemukan, ketiga arca tersebut berjauhan.

“Ditemukan sudah sekitar setahun yang lalu. Jarak antar arca sekitar 50 meter. Cuma baru hari ini (Senin, red) saya kepikiran untuk melaporkannya ke desa,” katanya, Senin (15/11).

Ia melanjutkan, arca tersebut tidak sengaja ia temukan saat dirinya hendak mencari batu sungai untuk pembangunan rumahnya di lahan perhutani setempat. Bahkan, untuk arca pertama, kedua, dan ketiga, ia temukan di hari yang berbeda.

“Sengaja cari ke seberang sungai di sisi selatannya, karena sungai ini aslinya di sana (lokasi peneuan arca, red), namun karena ada banjir alirannya berpindah. Pada saat itulah saya menemukan arca ini,” ujarnya.

Menyadari arca tersebut merupakan barang yang mempunyai nilai, ia pun memutuskan untuk memindahkannya ke depan rumahnya. Sehingga arca tersbebut bisa terawat kondisinya dan tidak diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab serta tidak terinjak-injak binatang liar.

“Langsung saya pindah saat menemukan itu, khawatir rusak kalau tidak terawat,” paparnya.

Selanjutnya, Jamal memasrahkan penemuannya atas 3 arca tersebut kepada pemerintah desa setempat. Ia pun ikhlas memberikan arca tersebut kepada pemerintah desa agar dapat dilestarikan dan diungkap latar belakang sejarahnya.

“Terserah desa, mau dibawa ke kantor desa ataupun ke museum, silakan. Yang penting dirawat, karena ini merupakan salah satu kekayaan sejarah kita,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, pemerintah desa setempat mengaku akan melanjutkan laporan penemuan 3 arca itu kepada pihak kecamatan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah daerah terkait pemeliharaannya.

“Dari kecamatan nanti terserah, apa mau dilaporkan dulu ke dinas kebudayaan, atau langsung ke BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya, red) Jawa Timur. Yang jelas untuk saat ini pihak desa akan membantu merawat,” kata Bendahara Desa setempat Syamsul Arifin. (ay/iwy)


Bagikan Artikel