Sosbudpar

Ribuan Buruh Tembakau Dapat Bantuan


PROBOLINGGO – Sedikitnya ada 8.730 buruh tembakau di Kabupaten Probolinggo, mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Bantuan tersebut diberikan pada para buruh di tujuh kecamatan penghasil tembakau.

Kabag Perekonomian dan SDA pada Setda Kabupaten Probolinggo, Susilo Isnandi menyampaikan, bantuan untuk tersebut diberikan pada 3 kategori buruh tembakau, yaitu, buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, dan buruh industri rokok. Ketiga profesi buruh ini mendapat bantuan uang tunai sebesar Rp 300 ribu.

Uang tersebut diberikan langsung pada para buruh di masing-masing desa di tujuh kecamatan tersebut. Bantuan itu diberikan sebanyak enam kali, terhitung sejak bulan Juli hingga Desember nanti. Hanya saja, lantaran rumitnya prosedur yang harus diselesaikan, bantuan itu dapat tersalurkan bulan ini.

“Minggu-minggu ini penyaluran pertama kali. Para buruh penerima langsung mendapat jatah dua bulan rangkap, yaitu Bulan Juli dan Agustus. Uang itu sudah ada dalam buku rekening yang telah disediakan petugas kami,” ungkap dia, Senin (11/10).

Untuk penyaluran bantuan bulan selanjutnya, kata dia, akan otomatis dikirim pihak bank langsung ke rekening para buruh yang telah disediakan. Sehingga penyaluran berikutnya tak perlu ada seremonial atau tatap muka lagi. Para buruh tinggal cek langsung di rekening masing-masing bila sudah dikirim.

Susilo mengakui, penyaluran bantuan itu memang molor dari bulan yang ditentukannya. Harusnya penyaluran pertama dilakukan pada Bulan Juli, dan begitu seterusnya hingga Bulan Desember. Namun faktanya, bantuan untuk Bulan Juli dan Agustus, baru dapat diberikan pada Bulan Oktober ini.

Keterlambatan itu, kata dia, lantaran rumitnya regulasi yang harus diikutinya. Sehingga berkas-berkas yang perlu dikerjakan itu, memakan waktu lebih lama dari pada biasanya. Terlebih lagi, dalam penyaluran itu melalui rekening bank. Sehingga pihak bank yang bekerjasama untuk penyaluran perlu menyiapkan 8 ribu lebih buku rekening.

“Memang molor bantuan itu. Kami akui karena banyaknya prosedur dan rumitnya regulasi. Sehingga memakan waktu lebih lama. Meski demikain, kami berharap bantuan itu tetap bisa tersalurkan dengan baik dan bermanfaat bagi para buruh,” ungkap dia.

Terkait data penerima bantuan itu, Susilo menambahkan, pihaknya telah berkordinasi dengan pihak pabrik rokok, Disnaker, dan sejumlah instansi terkait. Pihaknya juga melibatkan pemerintah desa di tujuh kecamatan tersebut.

Setelah data penerima itu terkumpul, lanjutnya, barulah pihaknya melakukan validasi final secara langsung di lapangan. Agar bantuan yang diberikan nanti tepat sasaran. “Kami turun langsung untuk validasi finalnya. Dengan begitu kami benar tau siapa penerima bantuan itu dan tepat sasaran,” pungkasnya. (yek/ra)


Bagikan Artikel