Sosbudpar

Bakorpakem Soroti Isu Aliran Sesat


PROBOLINGGO – Ada indikasi keberadaan aliran sesat di Kabupaten Probolinggo. Ini didasarkan pada isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat. Untuk itu, Bakorpakem melakukan penelusuran.  Bakorpakem menyoroti sejumlah isu aliran sesat yang berhembus di tengah-tengah masyarakat. Hanya saja, isu yang belum diketahui akarnya itu, masih belum membuat gejolak. Namun, tetap akan ditindak lanjuti.

“Hasil rapat koordinasi yang kami lakukan, tidak ada bentuk aliran sesat yang bergejolak di masyarakat saat ini. Bahkan selama masa pandemi sekalipun,” ungkap Ketua Bakorpakem Kabupaten Probolinggo David P. Duarsa, melalui Wakil Ketua Bakorpakem Yuli Priono, kemarin (14/9).

Kata dia, aliran sesat yang sempat meresahkan masyarakat beberapa tahun terakhi, kini sudah tidak bersuara lagi. Para pelaku yang menjadi dalang aliran itu telah kembali pada jalan yang benar.

Ada tiga jenis aliran sesat yang telah ditangani sebelumnya, yaitu, aliran Suci di wilayah Wonomerto; menyembah matahari di Paiton dan Krucil; serta aliran poncosuro di wilayah Sumberasih. Ketiga aliran itu sudah tidak ada. Dalang dan seluruh pengikutnya sudah kembali ke jalan yang benar.

“Sejauh ini ketiga aliran sesat itu sudah tidak ada. Tapi tetap harus dipantau dan diawasi. Begitu pula dengan aliran lainnya yang masih menjadi isu,” kata Yuli Priono yang juga menjabat sebagai Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo.

Menurut dia, gejolak aliran sesat memang belum ada. Hanya, isu yang simpang-siur di kalangan masyarakat akan adanya bentuk aliran sesat masih berhembus. Pihaknya belum mengetahui secara pasti isu aliran tersebut. Sebab, hingga kini masih didalaminya.

Aliran tersebut, kata dia, masih menjasi isu dan belum memberikan dampak signifikan atau meresahkan masyarakat. Isu aliran sesat itu pun bermotif yang aneh dan tidak diketahui keberadaannya jika memang benar adanya.

“Masih menjadi isu. Kami belum bisa memastikan itu menjadi aliran atau seperti apa. Kami masih mendalaminya. Sejauh ini tidak meresahkan masyarakat,” jelas dia. (yek/iwy)


Bagikan Artikel