Sosbudpar

Monumen Kemerdekaan Tidak Terawat


PROBOLINGGO – Di momen peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-76 ini ada setitik pemandangan tak sedap di Kota Probolinggo. Di saat sudut kota dijaga rapi dan bersih, monumen kemerdekaan yang ada di tengah alun-alun Kota Probolinggo justru kondisinya tak terawat.

Monumen itu gersang tanaman indah. Yang  tumbuh justru semak belukar. Bahkan ada gulma tumbuh di atas atau ujung monumen. Tak hanya itu, logo kota berupa buah anggur dan mangga juga tampak berkarat.

Di bagian bawah monumen itu terdapat tulisan “Repoeblik-Indonesia, 17-8-1945 Presiden: PJM Ir Soekarno dan Wakil Presiden PJM Drs Moch. Hatta. Toegoe ini didirikan pada tanggal 17-8-1946.”

Kabid Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Suciati Ningsih saat dikonfirmasi, Selasa (17/8) sore, mengatakan bahwa saat ini alun-alun masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor. “Kebersihan dan perawatan masih tanggung jawab pihak ketiga atau kontraktor,” tandasnya.

Dengan demikian, pihaknya belum memiliki kewenangan untuk ikut cawe-cawe, kecuali nanti setelah diserahkan ke DLH oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, dan Permukiman (PUPR-Perkim). “Belum. Belum diserahkan ke DLH,” kata Suciati.

Meski begitu, pihaknya saat ini membantu pemotongan rumput dan kebersihan. Hanya saja biaya membeli premium untuk mesin pemotong rumput menjai tanggungan pihak kontraktor, yakni CV Binar Aulia Sari. “Kami kan tidak boleh mengeluarkan anggaran yang bukan tupoksinya,” ujar perempuan yang biasa disapa Suci ini.

Ia mengaku menerjunkan 5 pegawainya untuk membersihkan alun-alun. Mereka bertugas di alun-alun sisi selatan, barat, timur dan utara, serta di tengah. Hanya saja sudah dua minggu lebih petugas bagian tengah (monumen) tidak mau kerja. “Untuk sementara, dia kami skorsing, karena punya kesalahan. Jadi saat ini bagian tengah tidak ada petugasnya,” kata Suci.

Sementara, Kepala Dinas PUPR-Perkim Agus Hartadi beerterus terang, belum tahu persis kondisi detail alun-alun. Karenanya, ia akan segera berkoordinasi dengan kontraktor yang mengerjakan rehabilitasi alun-alun. “Nanti kami akan lihat. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak ketiganya,” katanya.

Sementara itu, Direktur CV Binar Aulia Sari Kurnia menyatakan, setiap hari melaksanakan kewajiban pemeliharaan alun-alun. Hanya, pemotongan rumput dibantu DLH, namun pihaknya yang membeli bahan bakarnya. “Tetap kami melaksanakan pemeliharaan. Desember nanti masa pemeliharaan berakhir,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel