Politik & Pemerintahan

Tiadakan Salat Idul Adha di Masjid


KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo meniadakan gelaran salat Idul Adha 1442 Hijriyah di masjid atau mushala. Kebijakan ini diterapkan demi mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19.

Peniadaan salat Idul Adha di masjid ataupun di mushala itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Probolinggo nomor 451/472/426.33/2021. Surat edaran tersebut mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 di Tempat Ibadah dan Petunjuk Pelaksanaan Malam Takbiran, Shalat Hari Raya Idul Adha,dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H / 2021 M di Kabupaten Probolinggo.

Pada item nomor 2 huruf C dalam SE tersebut dijelaskan bahwa semua masjid dan mushala baik yang dikelola masyarakat, pemerintah, atau perusahaan yang difungsikan untuk tempat ibadah untuk meniadakan pelaksanaan salat Idul Adha.

Selain itu, SE tersebut menyatakan masyarakat juga diminta untuk melakukan salat Idul Adha di rumah masing-masing sesuai dengan syarat sahnya. Sementara, untuk takbiran, bisa dilakukan dengan menggunakan audio visual di masing-masing masjid maupun mushala dan tidak mengundang jamaah.

Adanya SE tersebut dibenarkan oleh Koordinator Penegakan Hukum pada Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ugas Irwanto. Ia mengatakan, peniadaan salat Idul Adha di masjid maupun di mushala itu tidak terlepas dari adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Selanjutnya, pihaknya akan menyurati secara resmi masjid-masjid terkait isi dari SE tersebut sebagai bentuk sosialisasi. Sehingga para takmir nantinya bisa memberikan pemahaman kepada para jamaah terkiat SE tersebut.

“Tentu SE ini akan kami sosialisasikan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar benar-benar bisa mengikuti aturan,” katanya, Selasa (13/7). (ay/iwy)


Bagikan Artikel