Politik & Pemerintahan

Bupati Tantri Sidak, Pedagang Curhat


KRAKSAAN – Sehari setelah diterapkannya PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat, Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Minggu (4/7) malam. Sidak ini menyasar sejumlah warung dan toko waralaba di sekitar Kota Kraksaan. Selain memberikan pemahaman tentang protokol kesehatan pada warga, Satgas juga mendapat curhatan dari sejumlah pedagang.

Sidak itu dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB, dikomandoi oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari. Dalam sidak  tersebut Bupati Tantri didampingi sejumlah Forkopimda setempat. Rombongan mobil petugas itu langsung mendatangi warung kopi yang berada di sekitar SPBE Semampir Kota Kraksaan.

Sejumlah warung yang masih membeber lapaknya itu didatangi satu persatu oleh Bupati Tantri. Mereka tidak diminta untuk menutup lapaknya saat itu. Hanya diberikan pemahaman dan sosialisasi atas kebijakan PPKM Darurat tersebut.

Banyak pengunjung yang datang ke warung tersebut tidak mengenakan masker. Bahkan mereka tidak menerapkan physical distancing di dalam ruangan. Namun, petugas tidak menjatuhi sanksi pada pelanggar, baik pengunjung toko maupun pemiliknya. Justru petugas memberikan masker pada mereka yang tidak mengenakannya saat itu.

“Ya kami melakukan sidak untuk mengetahui sejauh mana masyarakat paham atas kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan pemerintah saat ini. Hasilnya, masih banyak masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan. Bahkan ada pula yang tidak tahu apa itu PPKM Darurat,” ungkap Bupati Tantri di tengah-tengah aksi sidak.

Sidak kemudian dilanjutkan pada toko swalayan Soponyono dan toko swalayan Diva Kraksaan. Di toko-toko swalayan yang dikunjungi itu bupati dan petugas langsung menanyakan pemilik atau manager toko. Terutama guna mengetahui sejauh mana pemberlakukan protokol kesehatan yang telah diterapkan. Bupati juga meminta agar toko itu membuka tokonya hingga pukul 20.00 WIB.

Bila para toko ini tidak menepati kebijakan yang ditentukan, maka pemerintah akan bertindak tegas. Pihaknya tak akan segan-segan menjatuhi hukuman pada toko tersebut. Paling berat, sanksi berupa penutupan permanen akan dijatuhkan pada toko-toko nakal.

“Kami telah menerapkan protokol kesehatan, bahkan sebelum adanya PPKM darurat saat ini. Kami memperhatikan kondisi kesehatan karyawan juga agar melakukan vaksinasi. Bila ada konsumen yang masuk tak mengenakan masker, maka tidak diperkenankan,”  tegas manager swalayan Diva, kemarin.

Tidak hanya toko-toko dan warung makan besar saja yang menjadi target tim satgas malam itu. Bupati juga mendatangi area Pedagang Kaki Lima (PKL) Semarak dan Pasar Semampir Kota Kraksaan. Para pedagang disana juga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan. Mereka juga diminta untuk menutup warungnya hingga pukul 20.00, sesuai kebijakan yang berlaku.

Nah, saat memberikan sosialisasi di depan salah satu warung PKL Semarak, Bupati Tantri langsung mendapat curhatan dari mak-emak yang menjaga lapaknya. Ia mengeluh lantaran dagangannya diminta untuk ditutup sebelum pukul 20.00 WIB. Padahal sepanjang hari itu, tak satupun dagangan es jus miliknya yang laku.

Jika dirinya harus menutup lapaknya sebelum pukul 20.00, lantas bagaimana dengan buah-buah yang ada di etalasenya?  Tentu itu akan membusuk jika tidak dijual segera mungkin. Salah satunya hanya dengan membuka warungnya lebih lama lagi. Sembari menunggu pembeli datang ke lapaknya.

“Saya dari tadi duduk sambil tunggu pembeli. Tetapi dari pagi buka sampek sekarang, tidak ada yang duduk sama sekali. Kalau ini ditutup jam 20.00, buahnya bisa busuk besok pagi. Saya rugi nanti. Sementara pemasukan tidak ada,” keluh Sudaimi pada Bupati Tantri.

Sementara itu, Koordinator Penegakan Hukum dan Keamanan Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyatakan, sidak ini akan terus berlanjut dari hari ke hari. Namun komandan sidak akan dipimpin oleh masing-masing OPD itu akan berlanjut hingga batas waktu yang ditentukan. Atau sampai PPKM Darurat ini selesai.

“Semua ini semata-mata untuk keselamatan bersama dan menekan penuralan wabah Covid-19 di lingkungan Kabupaten Probolinggo,” ujar pria yang juga menjabat Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo itu. (yek/iwy)


Bagikan Artikel