Politik & Pemerintahan

Zulmi Gandeng Unuja, Launching Aplikasi Converter 3 In 1


LUMBANG – Sosok pengusaha muda Kabupaten Probolinggo H. Zulmi Noor Hasani melakukan soft launching aplikasi converter, Senin (28/6). Dalam launching di kantor Kecamatan Lumbang  itu aplikasi converter dinyatakan untuk pilot project aplikasi 3 in 1 yang diterapkan di kecamatan Lumbang dan Wonomerto.

Aplikasi converter ini lahir dari ide Zulmi karena di tingkat desa harus banyak pekerjaan yang dilakukan perangkat desa dalam berbagai urusan adminitrasi desa. Karena kondisi itulah  akhirnya lahir aplikasi converter.

Aplikasi converter itu merupakan apikasi 3 in 1, atau sekali entri data bisa langsung masuk ke tiga aplikasi. Dengan begitu, selain memudahkan kerja perangkat desa, dengan aplikasi ini bisa memangkas waktu pekerjaan.

“Langkah besar ini kami mulai dari suatu permasalahan,  yaitu banyaknya permintaan data tentang potensi desa, permasalahan di desa dan kebutuhan yang sebenarnya dibutuhkan oleh desa,” jelas pria yang karib disapa Mas Zulmi ini.

Desa selama ini dibebani dan disibukkan oleh berbagai aplikasi untuk memenuhi kebutuhan data. Baik dari instansi pemerintah atau kementerian dan lembaga pemerintah serta investor yang membutuhkan data untuk pembangunan di desa.

Zulmi melahirkan aplikasi ini tidak sendirian. Tokoh milenial NU itu juga menggandeng LKK NU Kota Kraksaan dan juga Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton Probolinggo. “Selama ini desa setiap tahunnya disibukkan oleh pemutakhiran SDG’s Desa, pemutakhiran profil desa, pemutakhiran indeks desa membangun. Dengan waktu yang hampir bersamaan namun repot dengan proses entri 3 aplikasi yang berbeda,” katanya.

Dari proses entri ketiga aplikasi tersebut, dapat dimungkinkan ada suatu ketidak- sinkronan data yang dientri. Itu bisa mengakibatkan data dari potensi, permasalahan dan solusi yang harus diambil oleh pemerintah desa menjadi bias dan tidak tepat sasaran.

“Karena itu, LKK NU berinisiatif membantu pemerintah desa dengan membuat suatu aplikasi pembantu yang dengan satu langkah besar. Ketiga apilikasi tersebut dapat dimutakhirkan sesuai dengan kondisi desa yang sebenar benarnya,” ujarnya.

Aplikasi converter itu sementara waktu akan diterapkan di dua kecamatan, yakni Lumbang dan Wonomerto. Selama dua minggu, dua kecamatan ini akan dilakukan pemutahiran data sebelum nantinya inovasi ini akan diterapkan di 24 kecamata di Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, aplikasi ini baru pertama kali berada di Jawa Timur, bahkan bisa disebut di Indonesia. Ia pun berharap aplikasi ini bisa diterapkan di seluruh kecamatan di Kaupaten Probolinggo.

Menurut Edy, inovasi ini sangat membantu kinerja desa dalam hal apapun. “Semoga dalam waktu dekat juga bisa diterapkan di 24 kecamatan. Ini sangat bagus karena aplikasi yang pertama di Jawa Timur, bahkan di Indonesia untuk menunjang kinerja pemerintahan desa,” tandasnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel