Politik & Pemerintahan

Satgas: Belum Ditemukan Varian Covid-19 Baru di Probolinggo


KRAKSAAN – Dalam beberapa waktu terakhir, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo kembali mengalami peningkatan. Total kasus positif Covid-19 yang dirawat mencapai 52 orang. Namun, disebutkan belum sampai ditemukan varian baru Covid-19 yang masuk Kabupaten Probolinggo. 

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat dr. Dewi Vironica mengatakan, meski ada perkembangan kasus, pihaknya masih belum menemukan adanya penyebaran kasus Covid-19 varian baru. Pasalnya, dari jumlah pasien tersebut masih belum dilakukan tes sequencing genome.

“Tes sequencing genome ini merupakan metode tes yang dapat mengetahui kondisi pasien, apakah covid-nya itu covid varian baru atau varian Covid-19 yang memang sudah ada sebelumnya,” kata dr Dewi Vironica, Minggu (20/6).

Ia menjelaskan, dari instruksi pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk melakukan tes tes sequencing genome, pasien harus memiliki nilai Cycle Threshold Value (CT Value) saat dilakukan tes Pholymerase Chain Reaction (PCR) di bawah 25. Sedangkan pasien covid-19 yang ada di Probolinggo nilai CT value-nya masih berada di antara 35 – 39.

“CT value ini menunjukkan kekuatan imunitas tubuh. Semakin tinggi CT value-nya, maka semakin cepat proses kesembuhannya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, selain dari nilai CT value, pasien yang harus di-sequencing genome ialah yang hasil laboratoriumnya menunjukkan gelaja-gejala atau tanda-tanda mengidap Covid-19, namun pada saat dilakukan tes PCR hasilnya negative.

“Dan lagi, apabila ada kasus positif baru bagi anak-anak dalam usia tertentu, sedangkan sebelum-sebelumnya tidak ada, maka harus tes sequencing genome juga, dan tesnya ada di Surabaya,” jelasnya.

Meski begitu, dokter Dewi menyatakan, pihaknya sudah mengusulkan untuk tetap melakukan tes sequencing genome bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Probolinggo yang baru datang dan terkonfirmasi covid-19. Sehingga pihaknya bisa dapat segera mencegah penyebaran virus Covid-19 varian baru apabila ditemukan.

“Karena pada dasarnya, virus itu berasal dari luar, jadi memang sudah harus diantisipasi sejak dari kedatangan PMI,” terangnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel