Politik & Pemerintahan

MUI Dukung SE Kemenag RI


KRAKSAAN – Meledaknya jumlah orang terpapar Covid-19 di sejumlah wilayah belakangan ini, memicu munculnya surat edaran (SE) Kemenag RI untuk melakukan pembatasan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadat di masing-masing daerah. Guna menekan penyebaran virus menular tersebut.

SE tersebut pun kemudian mendapat respon dari MUI Kabupaten Probolinggo. Meski wilayah setempat berstatus zona kuning, namun sudah seharusnya untuk mengantisipasi terlebih dahulu. Agar penularan wabah tersebut tak sampai menjalar pada warga setempat.

“Sebenarnya itu suatu bentuk upaya pemerintah dalaman menekan penyebaran wabah Covid-19. Tentu kami, dari MUI, menyepakati adanya SE itu. Agar masyarakat benar-benar terjaga dari penyakit Covid-19,” papar Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, H. Yasin, kemarin (17/6).

Ia menyampaikan, SE tersebut guna untuk menerapkan kembali upaya yang telah dilakukan pemerintah dulu, yaitu menerapakan protokol kesehatan di berbagai tempat, termasuk tempat ibadah. Diantaranya dengan membatasi jumlah dan jarak antar perorangan. Dengan begitu diharapkan mampu untuk menekan penyebaran wabah.

“Meskipun saat ini Kabupaten Probolinggo zona kuning, belum bisa dipastikan itu selalu bertahan. Tentu harus dilakukan upaya-upaya untuk mempertahankan itu. Apalagi wilayah tetangga banyak yang berstatus zona merah,” ungkap warga Sumberlele Kecamatan Kraksaan itu.

Pada intinya, lanjut Yasin, pihaknya menyetujui adanya SE itu untuk juga diterapkan oleh pemerintah daerah di wilayah setempat. Sebab, menurutnya, itu suatu bentuk ikhtiar dalam menangani wabah tersebut. “Kami menyetujui dan sepatutnya seluruh warga untuk menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Ahmad Sruji Bahtiar menyampaikan, sesuai arahan dan petunjuk dalam SE tersebut, pihaknya meminta pada seluruh jajarannya dari tingkat atas hingga bawah, untuk ikut terlibat. Dalam hal ini, ia meminta, baik petugas kemenag, KUA di masing-masing kecamatan, hingga penyuluh, untuk ikut mensosialisasikan pada masyarakat.

“Agar informasi dan himbauan itu bisa tersampaikan secara masif pada masyarakat. Dengan begitu penerapan prokol kesehatan bisa dilaksanakam secara baik,” kata pria asal Paiton itu. (yek/ra)


Bagikan Artikel