Politik & Pemerintahan

Rp 959 Juta untuk Pupuk Hibah Tembakau


PROBOLINGGO – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo pada musim tembakau kali ini mengalokasikan anggaran ratusan juta untuk pengadaan pupuk. Nantinya pupuk-pupuk tersebut akan diberikan kepada petani tembakau tanpa harus membeli.

Kabid Perkebunan pada DKPP Kabupaten Probolinggo Nurul Komaril Asri mengatakan, pagu anggaran untuk pengadaan pupuk tersebut mencapai Rp 959 juta atau hampir mencapai Rp 1 miliar. Nantinya setelah proses lelang selesai, anggaran itu akan dibelikan pupuk jenis NPK Fertila.

“Saat ini masih proses lelang. Cuma pupuknya kami sudah pilih pupuk NPK Fertila. Karena manfaatnya nanti bisa meningkatkan produksi dan kualitas tembakau, termasuk warnanya lebih bagus,” katanya, Minggu (30/5).

Ia melanjutkan, nantinya pupuk tersebut akan diberikan kepada petani tembakau dalam bentuk hibah. Namun, tidak semua petani tembakau akan kebagian mendapatkan pupuk tersebut, hanya petani yang sudah mendaftar sejak tahun lalu yang bisa menerima pupuk hibah tersebut.

“Sesuai dengan Surat Edaran Disbun (Dinas Perkebunan, red) Jatim, bentuknya nanti hibah. Cuma petani yang akan mendapatkan hibah itu tidak semua, hanya petani yang sudah mendapatkan SK Bupati dan sudah terdata dalam sistem Dinas Pertanian (DKPP, red),” paparnya.

Ia menyebutkan, sejatinya semua petani tembakau bisa mendapatkan hibah pupuk tersebut. Namun terlebih dahulu petani harus mengajukan permohonan ke DKPP sejak jauh-jauh hari. Sehingga anggarannya bisa disesuaikan dengan area luas lahan sawah yang akan ditanami tembakau.

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yang mendapat hibah pupuk tahun ini karena sudah mengajukan dari 2020 lalu. Sedangkan untuk mendapatkan hibah pupuk di 2022, sudah harus mengajukan dari sekarang,” terangnya.

Sementara, dengan mulai masuknya musim tanam tembakau tahun ini, pihaknya pun menyebut akan segera menyelesaikan tahapan lelang pengadaan pupuk hibah ini. Sehingga petani tembakau sudah bisa menggunakannya pada saat tanaman tembakaunya belum terlalu tua.

“Insha Allah mulai bulan 6 ini sudah mulai penyaluran. Semoga saja bisa meningkatkan kesejahteraan petani tembakau,” terangnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel