Politik & Pemerintahan

Vaksin Nyaris Expired, Satgas Covid-19 Kebut Vaksinasi


PROBOLINGGO – Satgas Penanganan Covid-19 dan Dinkes Kabupaten Probolinggo dikejar target untuk menghabiskan stok vaksin Covid-19 jenis Astraseneca sebanyak sekitar 70 ribu dosis vaksin. Pasalnya masa expired vaksin buatan negara Inggris itu akan jatuh pada pertengahan bulan Juni mendatang.

Namun progres vaksinasi masal yang dilakukan khususnya untuk kalangan lansia yang berdasarkan data per 27 Mei baru diterima oleh sebanyak sekitar 5.470 orang lansia. Maka target sebanyak 77.533 lansia yang menjadi sasaran vaksinasi kabupaten Probolinggo akan sulit tercapai. Terlebih dengan terbatasnya jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang memiliki lisensi pelatihan untuk menyuntikkan vaksin pencegah Covid-19 tersebut.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengakui bahwa target vaksinasi terhadap sekitar 77.533 lansia itu bakal sulit terealisasi hingga pertengahan bulan Juni mendatang. Hal itu disebabkan selain karena terbatasnya jumlah nakes yang berlisensi untuk menyuntikkan vaksin Covid-19, juga dikarenakan beragamnya kondisi kesehatan dari para lansia yang menjadi target vaksinasi.

“Kami tidak bisa asal memberikan vaksin Astraslzeneca begitu saja kepada masyarakat. Karena pemberian vaksin harus memperhatikan kondisi kesehatan dari warga calon penerima vaksin, utamanya kalangan lansia yang biasanya mengidap komorbid atau penyakit penyerta didalam tubuhnya,” ungkap dr Vironica saat dikonfirmasi Kamis (27/5).

Dijelaskan, meskipun masa expired vaksin Astrazeneca hanya bertahan maksimal hingga bulan Juni mendatang, namun itu tidak menyurutkan niat dan usaha dari para nakes untuk memaksimalkan proses pemberian vaksinasi terhadap masyarakat umum. Terutama kalangan lansia.

“Berapapun jumlah lansia yang layak menerima vaksinasi, akan kami berikan vaksinasi itu sebelum vaksin Astrazeneca tersebut benar-benar telah tidak bisa dipakai lantaran jatuh tanggal expirednya,” jelasnya.

Disebutkannya bahwa untuk memaksimalkan proses pemberian vaksinasi itu, pihaknya telah menambah jumlah nakes dari sejumlah rumah sakit baik milik swasta dan daerah. Itu untuk membantu tugas penyaluran vaksinasi yang kini bahkan dilakukan tak hanya di pusat layanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) melainkan juga di setiap balai desa di 325 desa dan 5 kelurahan di Kabupaten Probolinggo.

“Petugas nakes kami bahkan melaksanakan jemput bola dengan datang langsung ke balai desa untuk memaksimalkan proses vaksinasi. Namun tetap kami sangat memperhatikan faktor keselamatan warga dengan melakukan screening terlebih dahulu bagi warga yang kondisi kesehatannya layak atau tidak untuk menerima vaksinasi,” sebutnya.

Dijelaskan pula bahwa interval pemberian vaksin Astrazeneca jeda waktunya berbeda dengan vaksin Sinovac. Dimana pemberian vaksin Sinovac internalnya hanya butuh waktu selama 2 pekan atau setengah bulan. Sedangkan interval untuk pemberian dosis kedua vaksin Astrazeneca membutuhkan waktu yakni selama 12 pekan atau selama 3 bulan.

“Lamanya interval ini untuk membentuk sistem kekebalan tubuh atau imunitas tubuh yang maskimal. Dimana penerima vaksin Astrazeneca dosis pertama hanya akan memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19 sebesar 52 persen. Namun setelah vaksinasi dosis keduanya tingkat kekebalannya meningkat menjadi diatas 85 persen berdasarkan riset dari WHO,” papar dr. Dewi Vironica.

Lebih lanjut, dr Vironica menyatakan bahwa untuk vaksin Astrazeneca yang terlanjur expired nantinya tidak akan dipakai. Ini demi menjaga kesehatan masyarakat dari bahaya vaksin Covid-19 yang telah tidak layak pakai.

“Nanti vaksin yang terlanjur expired tapi belum disuntikkan, maka seharusnya dimusnahkan atau dikembalikan ke Dinkes Jatim. Harapannya, stok vaksin yang ada, baik Sinovac maupun Astrazeneca selalu terbarukan dan siap pakai,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel