Politik & Pemerintahan

Gudang Siap Serap 13 Ribu Ton Tembakau


PROBOLINGGO – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo pada tahun ini tidak bisa melakukan rapat koordinasi dengan tatap muka. Walau begitu, sudah ada proyeksi penyerapan pihak gudang atas produksi tembakau Probolinggo tahun ini, yaitu mencapai 13 ribu ton.

Koordinasi yang dilakukan DKPP dalam kepentingan tembakau ini hanya melalui surat-menyurat menggunakan jasa pos dan komunikasi melalui ponsel.         Dari koordinasi tersebut, DKPP sudah mendapatkan balasan dari semua gudang-gudang tembakau. Di dalam balasan surat tersebut, semua gudang yang ada menyatakan siap untuk membeli produksi tembakau dari petani setempat.

“Alhamdulillah jawaban sudah ada. Dan mereka semua termasuk Gudang Garam menyatakan siap melakukan pembelian,” kata Kabid Perkebunan DKPP Nurul Komaril Asri, Kamis (20/5).

Dengan pernyataan itu ia juga mendapatkan jawaban akan kebutuhan maksimal gudang untuk membeli tembakau dari petani setempat. Dengan adanya jawaban tersebut, ia berharap petani tidak perlu cemas akan tembakaunya tidak laku di pasaran lantaran gudang sudah tidak sanggup lagi untuk mengulak.

“Rinciannya saya lupa. Tetapi, perkiraan total kebutuhan dari semua gudang itu 13 ribu ton. Jadi insha Allah semua produksi tembakau petani lokal ini semuanya dapat terserap,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan, dengan luas lahan area tanam tembakau yang ditargetkan mencapai 10.774 hektare, produksi tembakau petani setempat nantinya diperkiraan tidak akan sampai di angka 13 ribu ton.

Dengan begitu, besar kemungkinan tidak akan ada tembakau lokal yang tidak laku. Terlebih pihaknya juga meminta kepada gudang untuk tidak mengulak tembakau dari petani luar sebelum tembakau milik petani lokal terjual habis.

“Perkiraan dengan luas lahan yang kami targetkan, hasil produksi tembakau ini akan berada di angka sekitar 12 ribu ton. Jadilebih dari kebutuhan gudang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Mahbub Zunaidi mengatakan, dirinya akan terus melakukan sosialisasi kepada petani terkait tembakau ini. Sehingga nanti petani bisa merasa tenang dengan siapnya gudang untuk membeli tembakau dari petani setempat. “Sekarang sosialisasi tupoksinya ada di (Bidang, red) Penyuluhan, dan sudah terjun ke lapangan,” paparnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel