Politik & Pemerintahan

Utang Blangko ke Kota

DRINGU – Berbagai upaya dilakukan oleh Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo guna melayani kebutuhan KTP elektronik (e-KTP / KTP – EL). Bahkan mereka sampai berutang 500 lembar blangko e-KTP ke Dispendukcapil Kota Probolinggo.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi. Menurutnya, langkah meminjam blangko ke Dispendukcapil Kota Probolinggo semata-mata untuk memenuhi hak warga yang telah melakukan perekaman untuk memiliki KTP-EL.

“Pinjam blangko KTP-EL ini merupakan hal yang biasa karena kami benar-benar terdesak dan harus memenuhi KTP-EL warga kami. Begitupun sebaliknya, mereka (Dispendukcapil Kota Probolinggo, red) juga pernah meminjam ke kita sekitar 2.000 blangko,” ungkap Slamet, Selasa (15/1).

Menrutnya, saat ini Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo memiliki utang sekitar 500 blangko ke Dispendukcapil Kota Probolinggo. Utang tersebut akan segera diganti setelah 30 ribu blangko yang dipesan Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo datang. “Harus kita ganti itu, karena blangko yang telah kita pakai itu bagaimanapun juga dibutuhkan oleh Dispendukcapil Kota Probolinggo,” jelasnya.

Ditambahkan, masalah pengadaan blangko KTP-EL ini bukanlah masalah mudah. Karena setiap pengambilan blangko harus dilakukan di Jakarta. Dan untuk itu Dispendukcapil kabupaten Probolinggo mengeluarkan biaya akomodasi yang tak sedikit. Terlebih masalah KTP-EL ini masalah yang rawan pasca adanya temuan KTP-EL yang tercecer. 

“Kami harus mengeluarkan biaya lebih untuk tiap kali mengambilnya ke Jakarta. Bisa dibayangkan berapa anggaran yang kami keluarkan untuk mengambil blangko yang hanya berjumlah 500 lembar saja. Sedangkan blangko sejumlah itu hanya bertahan maksimal 5 hari. Padahal untuk mengambilnya bisa sampai 2 hari,” paparnya.

Menurutnya, pengambilan blangko di Jakarta bisa hanya satu hari jika naik pesawat. Namun, petugas yang bertugas mengambil blangko KTP-EL ke Jakarta khawatir jika naik pesawat. “Akhirnya petugas kami itu harus naik kereta api. Otomatis membutuhkan waktu 2 hari 2 malam,” kata Slamet Riyadi. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan