Politik & Pemerintahan

Blangko E-KTP Habis Lagi

DRINGU – Pelayanan KTP elektronik (E-KTP/KTP-L) di Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo kembali tersendat. Pasalnya, stok blangko e-KTP habis lagi. Alhasil banyak warga yang gigit jari meski sempat antre di kantor baru Dispendukcapil di belakang Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo di Dringu.

Ahmad Rojabi, seorang warga Desa Jabung Wetan, Paiton, mengaku kecewa. Ia  antre cukup lama pada Selasa (16/1) pagi. Tetapi ia tak kunjung dipanggil untuk mendapatkan e-KTP. Ujungnya, ia mendapat pemberitahuan jika blangko e-KTP habis.

“Ini bagaimana sih? Mau ngurus KTP saja sesulit ini. Padahal saya sudah berangkat pagi dan dapat nomor antrean, dengan harapan dapat KTP. Tetapi sampai di Dispendukcapil malah ada pengumuman seperti itu,” kata Rojabi, kemarin. 

Atas kondisi ini, Kepala Dispendukcapil Slamet Riyadi mengaku tak bisa berbuat banyak. Sebab, stok blangko e-KTP yang ada di kantornya memang sudah habis sejak sepekan lalu. Stoknya terakhir tersisa sekitar 500 lembar saja. 

“Dengan estimasi pelayanan sehari dibatasi maksimal 100 orang, maka blangko itu akan habis dalam waktu hanya 5 hari saja. Kalau tidak dibatasi ya bisa habis 2-3 hari. Ini kami juga masih menunggu stoknya datang lagi, sekitar 500-an,” ungkap Slamet Riyadi.

Menurutnya, menurunnya stok blangko e-KTP ini sebenarnya sudah terjadi sejak  November tahun lalu. Mulai November itu secara berturut-turut Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo hanya kebagian stok 2.000 lembar. Berlanjut di bulan Desember hanya dapat 1.000 lembar. 

“Sampai saat ini setiap kali kami mengambil blangko itu harus ke Jakarta. Kalaupun dapat blangko 500, ini karena pemprov kasihan sama kita. Akhirnya dikasihlah 500 blangko itu,” ungkap Slamet.

Dijelaskan bahwa Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo sebenarnya sudah mengajukan blangko sebanyak 30.000 ke pemerintah pusat. Tetapi dijanjikan pada 10 Januari lalu blangko itu datang.

“Buktinya sampai saat ini pun kami belum dapat kejelasan soal pengajuan kami itu. Ya mau bagaimana lagi? Kalaupun dikomplain masyarakat, kami harus menerimanya. Yang jelas, kami akan terus berusaha mencarikan jalan keluarnya. Dan kami mohon kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk bersabar, karena kosongnya blangko ini juga terjadi di seluruh Indonesia juga,” tandasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan