Politik & Pemerintahan

Uji Coba PTM Bakal Dievaluasi


PROBOLINGGO – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) yang dijalankan di 121 lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo mendapat atensi langsung Bupati Hj Puput Tantriana Sari.  Selasa pagi (30/3) Bupati Tantri meninjau langsung pelaksanaan PTM di sejumlah sekolah. Tujuannya untuk memastikan protokol kesehatan (prokes) diterapkan selama PTM.

Tiga sekolah yang dikunjungi Bupati Tantri kemarin ialah SDN Kedungdalem 2 di Kecamatan Dringu, MTSN 1 Pajarakan, dan SMPN 1 Pajarakan. Di tiga sekolah tersebut, Bupati Tantri dengan seksama memperhatikan jalannya proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Istri Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H Hasan Aminuddin itu juga menyempatkan diri untuk menyapa para siswa yang tengah belajar. Bupati juga melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah, setelah sekitar setahun tidak ada aktifitas pembelajaran akibat penyebaran Covid-19.

“Melihat keceriaan para siswa, tentunya membawa kesan tersendiri bagi saya. Apalagi para siswa sudah sangat rindu akan bangku sekolahnya. Tugas kita sekarang untuk memastikan jalannya uji coba PTM dengan penerapan prokes berjalan dengan maksimal,” ujar Bupati Tantri. 

Bahkan  menurut Bupati Tantri, para siswa SD kelas I baru saat ini menginjakkan kaki di sekolahnya. Sebab, sejak didaftarkan masuk SD untuk tahun pelajaran 2020-2021, mereka belum pernah masuk sekolah sama sekali.

“Saat berinteraksi dengan para siswa, mereka mengaku sangat bersyukur dan senang karena sebelumnya praktis selama 1 tahun mereka tidak menyentuh bangku sekolah. Protokol kesehatan tetap kita ikhtiarkan dan istikamah untuk saling mengingatkan satu sama lainnya akan pentingnya prokes dan pendidikan anak yang harus berjalan beriringan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi menyampaikan bahwa uji coba PTM dilakukan pada 121 lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Rinciannya, 72 lembaga SD dan 49 lembaga SMP. Meskipun demikian, jumlah peserta didik yang masuk hanya 30 persen dari total satu rombongan belajar (rombel).

“Berdasarkan hasil monitoring, evaluasi dan kunjungan tentang pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka ini, Alhamdulillah protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik. Semuanya tertib mulai dari penggunaan masker, cuci tangan sampai jaga jarak. Karena memang peserta didik itu hanya masuk 30 persen dari total satu rombelnya,” ujarnya.

Ditambahkannya untuk target sendiri, yakni satu hingga dua minggu ke depan uji coba pembelajaran tatap muka akan dievaluasi. Untuk pembukaan semua lembaga masih belum ada rencana, karena sebentar lagi juga akan masuk ke bulan suci Ramadhan.

“Tetapi nantinya kalau hasil evaluasinya bagus, maka akan dinaikan kapasitasnya dari 30 persen menjadi 50 persen dari total peserta didik dalam satu rombelnya. Nanti akan banyak hal yang harus kita pertimbangkan dan tidak serta merta kita langsung membuka. Tetapi pada prinsipnya pada kesiapan sekolah yang prioritas utama tetap kesehatan dan keselamatan peserta didik,” jelas Rozi. (tm/iwy)


Bagikan Artikel