Politik & Pemerintahan

Keluhkan Saluran PDAM Ambles

PROBOLINGGO – Proyek jaringan pipa PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) di Perumahan Kademangan Permata Regency, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo dikeluhkan. Sebab, proyek yang dikerjakan September tahun lalu itu kini  ambles. Selain proyek yang ambles, warga juga mengeluhkan pembayaran PDAM, meskipun air belum mengalir ke rumahnya.

Keluhan seperti itu salah satunya diungkapkan oleh Komang (31), warga Blok IV nomor 1 di perumahan tersebut.  Kepada wartawan, Senin (14/1) pukul 12.00, pria kelahiran Bali itu mengaku memperbaiki sendiri paving yang ambles di depan rumahnya. Sebab, sudah lama tidak ada tindaklanjut dari PDAM. Padahal, Komang mengaku sudah beberapa kali mengadukan amblesnya proyek itu kepada petugas PDAM yang berkunjung ke perumahan.

Karena merasa tak digubris, Komang kemudian curhat di media sosial. Tetapi, tetap saja tidak ada ada tindak lanjut dari PDAM. “Sampeyan lihat sendiri kan, belum diperbaiki. Kalau ini, saya sendiri yang memperbaiki,” tandas Komang sambil menunjuk paving di depan rumahnya.

Menurut Komang, pemasangan PDAM disebutkan tidak dipungut biaya. Tetapi belakangan, sebagian warga termasuk dirinya ditagih oleh seseorang untuk uang abonemen sebesar Rp 28 ribu. Padahal, air PDAM belum mengalir ke rumahnya. “Saya tidak tahu orang yang nagih. Karena yang bayar bukan saya. Tetangga yang membayar ke petugas tersebut. Lalu saya ganti,” ujar bapak dua anak tersebut.

Komang mengaku bahwa air PDAM baru kemarin pagi mengalir di rumahnya. Tetapi ia tidak tahu alasan mengapa mulai kemarin air PDAM mengalir. “Petugas PDAM tadi pagi datang ke rumah saya, memberitahukan kalau air sekarang sudah mengalir. Ternyata benar,” tambahnya kemarin.  

Komang berharap PDAM segera memperbaiki paving yang ambrol dan saluran PDAM yang bocor. Terutama di depan rumah yang tidak ditempati. Menurutnya, dari 160 kepala keluarga (KK) yang berdomisili di perumahan tersebut, ada 40 – 60 KK yang memasang PDAM. “Ya, sekitar itu. Tetapi jalan yang ambrol hampir di semua gang,” katanya.

Sedangkan Kasubag Umum PDAM Kota Probolinggo Didik Sukarsidi saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa mengabulkan permintaan warga. Sebab, yang menangani pembangun pipanisasi, mulai dari penggalian, pemasangan pipa dari jalan hingga ke rumah warga serta menutup galian, adalah Dinas PUPR. “Yang menangani proyeknya PUPR. Yang mengerjakan pihak ketiga atau kontraktor,” tandasnya.

            PDAM, lanjut Didik, hanya memetakan lokasi yang akan dibangun. Setelah selesai,  dikerjakan oleh PUPR, baru diserahkan ke PDAM. Dan proyek tersebut dibiayai oleh Dana Alokasi Khusu (DAK). Sedangkan besarannya, Didik mengaku tidak tahu persis. Ia hanya mendengar dananya sekitar Rp 350 juta. “Lebih jelasnya, tanya langsung ke PUPR,” pintanya.

Soal biaya abonemen sebesar Rp 28 ribu, diakui Didik memang sudah sesuai ketentuan. Pelanggan dikenai biaya abonemen setiap bulan, baik airnya sudah mengalir ke rumahnya ataupun belum. “Ya, seperti PLN lah. Ada biaya abonemen. Biaya langganan,” katanya. 

Sementara itu, dari Dinas PUPR belum berhasil didapatkan penjelasan soal ini. Kepala Dinas PUPR Amin Fredy belum merespons saat dikonfirmasi via telepon kemarin.  Ia juga menolak untuk bertemu langsung dengan wartawan. Melalui pesan singkatnya, Amin meminta wartawan untuk menanyakan langsung ke bawahannya, di  bagian Cipta Karya. Tetapi, kepala Cipta Karya saat ditemui kemarin juga tidak ada di tempat. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan