Politik & Pemerintahan

Pemkot Probolinggo Akan Tertibkan Pencari Amal


PROBOLINGGO – Pemkot Probolinggo akan menertibkan pencari amal, terutama sepanjang Jalan Sunan Ampel, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok. Pasalnya, jalan itu akan difungsikan jalan alternatif ketika Jalan KH Hasan Genggong ditutup total terkait pembangunan jembatan Kedungasem.

Bila Jalan KH Hasan Genggong ditutup, volume atau jumlah kendaraan yang lewat di jalan depan SMPN 4 akan bertambah. Sebab, kendaraan dari arah timur (Banyuwangi dan Situbondo) akan lewat di jalan tersebut. Begitu juga sebaliknya, kendaraan kecil dari arah barat juga akan melintas di sana.

Kepala Dishub Kota Probolinggo Agus Effendi saat dikonfirmasi Rabu (24/3) siang membenarkan jika  jalan ke timur bundaran Gladak Serang (Glaser) itu akan difungsikan sebagai jalan alternatif saat proyek pembangunan jembatan Kedungasem dimulai.

Dengan begitu, Jalan Sunan Ampel akan bertambah tambah ramai karena kendaraan yang lalu-lalang, jumlahnya bertambah. Ini berarti ada potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Karenanya, keberadaan pencari amal di sepanjang Jalan Sunan Ampel akan dicarikan solusi.

Pihaknya saat ini masih berkoordinasi dengan lurah dan Camat Kedopok serta pihak terkait lainnya. Rencananya, panitia pencari atau penarik amal akan dikumpulkan. “Biar mereka  dikumpulkan dulu oleh Pak Camat dan lurah, untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi,” tambahnya.

Sementara, Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Roni Faslah mengiyakan kalau Jalan Sunan Ampel akan difungsikan jalan alternatif. Tentang pencari amal yang ada di jalan tersebut, AKP Roni mengatakan masih akan konsultasi. “Kami akan konsultasi dulu,” katanya.

Sedangkan Lurah Jrebeng Lor Rudjito mengaku belum dihubungi Camat Kedopok terkait hal itu. Bahkan, ia mengaku belum tahu kalau jalan depan kantor kelurahannya sebagai jalur alternatif. “Saya baru mendengar dari sampeyan,” katanya.

Mengenai pencari amal yang dikabarkan ada tiga pos, menurut Rudjito, tidak benar. Saat ini siaran amal di Jalan Sunan Ampel hanya satu, yakni di barat kantor kelurahan. Sedangkan di timur pasar krempyeng dan di depan makam randu, tidak ada. “Kata siapa ada tiga. Yang kami tahu hanya satu. Amal untuk mushala,” ujarnya.

Meski belum berkoordnasi dengan camat, namun pihaknya Kamis besok akan menemui panitia pencari amal di lokasi yang dimaksud. Rudjito akan berkoordinasi dan mencari solusi, sehingga siaran amal tetap berjalan. “Memang bahaya kalau kendaraan ramai. Bahaya bagi pencari amal dan pengendara,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel