Politik & Pemerintahan

Hasan Ajak Pemuda Menjadi Produsen Olahan Ikan


PROBOLINGGO – Beragam cara dilakukan pemerintah agar warga terhindar dari stunting. Salah satunya mengajak warga untuk gemar makan ikan. Hal itulah yang dilakukan Komisi IV DPR RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. Dua lembaga ini menggelar Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Ponpes Hati, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (21/3).

Dalam acara ini hadir Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H. Hasan Aminuddin. Hasan menyampaikan, makan ikan bisa menjadi kebiasaan positif sehingga secara syariat menjadi sebuah amaliah.

“Saya bersyukur dapat mengundang perwakilan warga dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo untuk menerima bantuan suplai ikan dan olahan ikan,” ujarnya.

Sesuai tugasnya di Komisi IV, Hasan merasa bertanggung jawab untuk memastikan program KKP tepat guna bagi masyarakat. Termasuk kegiatan Safari Gemarikan.

“Saya ingin membuka hati dan pikiran bahwa Allah menciptakan hamparan di Kabupaten Probolinggo ini bukan cuma darat namun juga laut. Maka sudah selayaknya kita menjemput rezeki dari laut, termasuk ikan untuk dikonsumsi,” ungkap mantan Bupati Probolinggo dua periode itu.

Berdasar data dan fakta, kasus stunting masih banyak terjadi di Indonesia. Dengan memakan ikan, kasus semacam itu setidaknya bisa dihindari. Oleh karenanya, bantuan paket ikan pun digelontorkan oleh pemerintah. Hasan berpesan agar penerima untuk segera memasak dan dimakan bersama keluarga di rumah.

“Jelaskan pada keluarga masing-masing pentingkan protein, mineral, aneka zat gizi lainnya pada ikan. Termasuk membentuk pertumbuhan otak lebih cerdas,” kata Hasan.

Di sisi lain, Hasan juga mengungkapkan bahwa saat ini nyaris tidak ada pemuda yang bekerja di sektor produksi olahan ikan. Pelaku yang ada didominasi generasi yang lebih tua. Oleh karenanya, perlu adanya transfer ilmu dan stimulan serta support dari orang tua.

Caranya dengan mengantarkan anaknya untuk masuk jurusan perikanan. Baik tingkat SMK, D3, S1 atau di atasnya. “Saya tawarkan santri Ponpes Hati untuk masuk politeknik perikanan. Ternyata mereka sangat tertarik setelah dijelaskan segala informasinya,” katanya.

Menurutnya, generasi muda kekurangan referensi mengenai menariknya dunia perikanan. Padahal potensi dan minat mereka cukup kuat. Kenyataan itu memotivasi dirinya untuk membangun mindset bahwa perikanan dan kelauatan bisa menjadi pondasi keilmuan bagi generasi muda asli Kabupaten Probolinggo.

“Diharapkan dengan banyaknya profesi pengolahan ikan, akan semakin banyak variasi produk ikan yang semakin difavoritkan masyarakat. Dan inovasi itu harus lahir dari Kabupaten Probolinggo,” tegas Hasan.

Di acara itu juga hadir Artati Widiarti, Dirjen PDSPKP (Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan). Ia mengapresiasi konsumsi ikan di Probolinggo cukup tinggi dalam hal ini ikan laut. Namun ke depannya, diharapkan ikan budidaya air tawar juga meningkat konsumsinya.

Program Gemarikan terus diterapkan agar berguna untuk memerangi stunting. Hal itu perlu diantisipasi sejak dini, agar generasi bangsa bisa produktif di masa depan.  “Kami memohon bantuan dengan sangat pada pemerintah daerah agar ini masuk dalam kebijakan prioritas. Sehingga kasus tengkes (stunting) bisa dihilangkan,” katanya.

Caranya dengan asupan makanan bergizi bagi generasi anak, bahkan sampai dewasa. Tidak perlu bahan pangan yang mahal, cukup dengan ada menu ikan yang tersedia di pasar tradisional.

“Kami sudah menyiapkan 1.000 paket ikan dan olahan ikan untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo. Sengaja dibeli dari produsen Kabupaten Probolinggo. Jadi, tidak hanya memenuhi gizi. Namun juga mendongkrak ekonomi usaha perikanan,” tambahnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel