Politik & Pemerintahan

Kota Probolinggo Mulai PTM SD-SMP


PROBOLINGGO – SD dan SMP di Kota Probolinggo mulai Senin (15/3) melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Namun, PTM masih hanya diberlakukan bagi siswa kelas 6 untuk SD dan kelas 9 SMP.

Sedangkan untuk kelas lainnya masih tetap melaksanakan pembelajaran secara online atau daring. Salah satu sekolah yang melaksanakan PTM tersebut adalah SDN Sukabumi 2. Sebanyak 120 siswanya kemarin mengikuti mata pelajaran atau materi try out.

Kepala SDN Sukabumi 2 Riana membenarkan bahwa mulai Senin ada seratusan muridnya mengikuti PTM. Pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), yaitu  memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Menurut Riana, di sekolah yang dipimpinnya, kelas 6 memiliki 4 kelas. Rata-rata ada 28 sampai 30 siswa di setiap kelas 6. Untuk PTM ini, masing-masing kelas dibagi menjadi tiga sesi atau pertemuan. Setiap pertemuan pembelajaran waktunya dibatasi 2 jam.

“Setiap sesi waktunya 2 jam. Kami beri jarak atau interval waktu. Kami berharap setelah belajar di ruang kelas, siswa dan orang tuanya segera pulang. Karena ada sesi berikutnya yang masuk, jadi biar tidak bergerombol,” katanya.

PTM ini menurut Riana tidak wajib. Siswa dibolehkan tidak ikut. Bagi siswa yang tidak ikut PTM, maka pembelajarannya tetap melalui online atau daring. Bagi orang tua yang mengizinkan anaknya mengikuti PTM, maka harus menandatangani surat kesediaan mengikuti PTM. “Yang ikut PTM sudah diizinkan oleh orang tuanya,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Moh. Maskur membenarkan  kalua mulai hari ini siswa SD kelas 6 dan SMP kelas 9 mengikuti PTM. “Ya benar itu. Untuk pelajar yang mau ujian. Sudah ada kesepakatan antara orang tua dan sekolah,” katanya.

PTM, menurut Maskur, tidak wajib. Siswa boleh tidak mengikuti PTM dan belajar via online atau daring di rumah. Pihaknya tidak mempermasalahkan PTM, karena di Kota Probolinggo sudah tidak ada kelurahan yang berstatus merah Covid-19. Seluruh kelurahan sudah zona kuning dan paling banyak masuk zona hijau.

Sekolah yang menyelenggarakan PTM tidak hanya sekolah negeri. Sekolah swasta juga ada yang melaksanakan PTM. Tetapi, PTM hanya boleh dikuti siswa yang hendak ujian akhir. “Untuk SD kelas 1 sampai kelas 5 dan SMP kelas 7 dan 8, masih belajar via online atau daring,” kata Maskur. 

Sementara, salah seorang orang tua murid SDN Sukabumi 2 Diyah, mengaku mendukung PTM. Diyah yang kemarin menunggu anaknya PTM di sekolah, berharap agar pembelajaran seperti sebelum pandemi segera dilaksanakan. “Ya, kami berharap pembelajaran normal kembali seperti sedia kala,” ujarnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel