Politik & Pemerintahan

Bantu Korban Banjir, Dirikan Posko Pelayanan Administrasi Kependudukan


DRINGU – Bantuan untuk para korban banjir Dringu tidak harus berupa sembako. Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo memberikan bantuan dengan memberi layanan administrasi kependudukan. Caranya, kemarin Dispendukcapil membuka posko layanan di Dringu.

Bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Probolinggo masih menyisakan dampak bagi warga desa Kedungdalem dan Dringu. Banjir tidak hanya merusak harta benda mereka, tetapi juga dokumen kependudukan yang terendam banjir.

Menyikapi hal tersebut, Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo dengan segera mendirikan posko pelayanan administrasi kependudukan. Posko itu didirikan di lapangan Contong, Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu.

Layanan yang dibuka pada saat kedatangan rombongan Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari pada Senin (8/3). Tak ayal, posko pelayanan administrasi kependudukan itu diserbu warga. Hal tersebut menunjukkan fakta bahwa banyak diantara warga yang dokumen kependudukannya seperti KTP, KK, KIA, dan Akta Kelahiran, rusak oleh  banjir.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo Munaris saat ditemui mengatakan bahwa dibukanya layanan administrasi kependudukan tersebut bertujuan mengakomodir para korban banjir yang dokumen kependudukannya rusak atau hilang akibat banjir.

“Layanan ini dibuka dan diperuntukkan untuk menyediakan dokumen kependudukan bagi para korban banjir. Mereka cukup hanya menunjukkan surat keterangan dari desa dan selanjutnya akan langsung dibuatkan dokumen yang diminta itu,” katanya.

Dengan adanya layanan cepat tersebut benar-benar dimanfaatkan para korban banjir untuk membuat dokumen kependudukannya yang rusak atau hilang. Hal itu lantaran di posko tersebut juga membawa alat-alat berupa komputer dan mesin cetak KTP. Sehingga proses pembuatan dokumen kependudukan itu tidak perlu menunggu lama, bahkan bisa ditunggu untuk segera mendapatkan penggantinya.

“Kami ingin memudahkan pengurusan dokumen kependudukan yang sangat dibutuhkan wargam karena nantinya dokumen itu dibutuhkan untuk proses assesment penerimaan bansos serta untuk berbagai hal lainnya,” sebut Munaris yang mantan Camat Pakuniran.

Fitriya, warga Desa Kedungdalem, kemarin menjadi salah satu yang memanfaatkan layanan posko administrasi kependudukan itu. Menurutnya, keberadaan posko tersebut sebenarnya sudah dinanti sejak beberapa hari yang lalu. Namun warga masih fokus pada proses pembersihan rumah,  sehingga baru kemarin bisa datang mengurus Akta Kelahiran anaknya yang rusak terendam banjir.

“Alhamdulillah, tidak usah ke Capil, bisa diurus disini. Benar-benar sangat membantu bagi kami para korban banjir yang kini kebingungan lantaran banyak dokumen kependudukannya yang rusak atau hilang,” katanya.

Lebih lanjut, Fitriya menambahkan bahwa dia berharap agar keberadaan posko layanan tersebut bisa diperpanjang atau stand by selama beberapa hari ke depan. Karena menurutnya masih banyak keluarga atau tetangganya yang juga mengalami hal yang sama dengannya. “Kalau bisa jangan dibongkar dulu, biar tidak perlu datang ke Capil cukup yang dekat saja,” tuturnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel