Politik & Pemerintahan

Banjir Lagi, Wabup Kesal


DRINGU – Parahnya dampak banjir yang menerjang Desa Kedungdalem dan Desa Dringu di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo membuat Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Timbul Prihanjoko terlihat kesal. Ia kecewa karena banjir menyebabkan aktivitas warga lumpuh total karena tebalnya lumpur yang menutupi rumah mereka.

Kekesalan itu terlihat jelas di raut wajah Timbul ketika meninjau langsung lokasi banjir terparah. Yakni di Dusun Bandaran, Desa Dringu, Senin (1/3). Pada kesempatan itu, Timbul melihat langsung lumpur tebal menutupi lantai rumah-rumah warga. Timbul juga meninjau tanggul yang jebol akibat terjangan banjir. Timbul terkejut karena tanggul yang jebol cukup panjang.

Ia lantas memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) untuk segera memperbaiki tanggul tersebut. Sehingga ketika air sungai kembali meluap, dua desa tersebut tidak kembali kebanjiran.

Namun perintah itu rupanya tidak bisa dilaksanakan. Sebab Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo dan Kepala Dinas Perkim Kabupaten Probolinggo Prijono menerangkan bahwa pengelolaan Kali Kedunggaleng merupakan wewenang Provinsi Jawa Timur. Sehingga proses perbaikannya harus terlebih dahulu diajukan kepada Provinsi.

Penjelasan itu membuat Timbul kesal. Ia khawatir tanggul tersebut akan kembali jebol jika tak segera diperbaiki. Ia berkeras tanggul itu segera diperbaiki.

“Saya perintahkan agar tanggul ini segera diperbaiki. Kalau belum bisa permanen, setidaknya dibentengi Bronjong dulu. Biar warga tidak kebanjiran lagi, kasihan melihat mereka seperti itu,” serunya kepada dua pejabat tersebut.

Menjawab instruksi tersebut, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan, pemasangan Bronjong di tanggul itu akan segera dilakukan. Pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Perkim. “Segera kami kondisikan terkait pemasangan Bronjong tersebut,” katanya singkat.

Usai meninjau tanggul itu, Timbul menyapa para korban dan menyerahkan bantuan kepada para korban bencana banjir. Tidak sedikit warga yang menyampaikan keluhan soal lambannya kinerja pemerintah dalam penanganan banjir yang selalu terjadi tiap tahun itu. Timbul pun memberikan penjelasan.

“Permasalahan banjir ini butuh analisa mendalam, dan bukan hanya tanggung Pemkab saja. Karena yang jelas kami tidak akan mampu. Tapi masalah ini adalah tanggung jawab seluruh pihak baik itu Perhutani, Pemprov, dan juga Pemerintah pusat. Karena banjir di Dringu ini adalah banjir kiriman dari wilayah kawasan di lereng Bromo,” urainya. (tm/eem)


Bagikan Artikel