Politik & Pemerintahan

Merasa Terintimidasi Oknum LSM, Ketua Panitia Pilkades Brabe Mundur


MARON – Pilkades serentak tahap I di Kabupaten Probolinggo tahun 2021 mulai memercikkan masalah. Ketua Panitia Pilkades di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Ahmad Baidawi telah menyatakan mengundurkan diri. Ia merasa mendapatkan intimidasi dari oknum salah satu LSM di Probolinggo.

Ahmad Baidawi telah menyampaikan sebuah surat pernyataan pengunduran diri yang ditanda-tanganinya pada Sabtu (20/2) lalu. Bahkan surat tersebut sudah diterima oleh PJ Kades Brabe dan Camat Maron, Senin (22/2).

Tidak dijelaskan secara rinci alasan Ahmad mengundurkan diri. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, setidaknya ada 3 alasan yang diduga melatar-belakangi pengunduran diri Ahmad.

Dimulai dengan adanya permintaan dokumen milik Balonkades yang diminta oleh oknum LSM kepada Ahmad. Namun oleh Ahmad, hal itu secara tegas ditolak dan dipertahankan. Sebab, dokumen tersebut adalah milik panitia dan tidak untuk diberikan kepada LSM.

Lantas hal itu memicu perdebatan yang berujung ancaman atau intimidasi kepada Ahmad. Bahkan intimidasi itu dilakukan langsung oleh para oknum LSM di rumah Ahmad yang notabene dikenal sebagai sosok religius di desa Brabe.

Intimidasi itu lantas membuat istri Ahmad merasa ketakutan, sehingga meminta kepada suaminya agar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua panitia Pilkades. Kemudian alasan terakhir ialah karena Ahmad mengeluhan sakit nyeri di dada.

Camat Maron Mudjito saat dikonfirmasi membenarkan pengunduran diri dari salah satu ketua panitia Pilkades di wilayahnya. Bahkan disebutnya, jika Ahmad sudah datang menemuinya dan menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Senin siang.

“Alasannya itu tadi, katanya sempat didebat dan diancam oleh oknum anggota LSM, karena takut akhirnya oleh istrinya dilarang untuk meneruskan sebagai ketua panitia pilkades, dan terakhir dia mengeluh mengalami sakit nyeri di dada sehingga khawatir tak mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik,” ujarnya, kemarin.

Disebutkan pula bahwa permasalahan ini sedang dibahas oleh Forkopimka Maron bersama dengan Pemerintah Desa Brabe. Tujuannya untuk tetap memastikan tahapan Pilkades di desa Brabe tetap berjalan sesuai jadwal, walaupun kalau pada akhirnya harus segera dilakukan pemilihan ketua Pilkades yang baru. Sebab, pejabat sebelumnya mengajukan pengunduran diri. “Besok (hari ini, red) kami akan kumpulkan semua pihak terkait, khusus membahas tentang itu,” sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Brabe Sapi’i mengatakan bahwa pengunduran diri dari Ahmad Baidawi mendapatkan penolakan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Brabe. Hal itu terjadi lantaran warga masih menginginkan agar Ahmad Baidawi tetap menjabat sebagai ketua panitia Pilkades setidaknya hingga seluruh tahapan Pilkades tuntas.

“Memang pak Ahmad mengajukan pengunduran diri sebagai ketua panitia Pilkades, tapi oleh BPD belum disetujui. Warga meminta agar beliau dipertahankan. Besok kami akan bicarakan lagi dengan pihak kecamatan,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel