Politik & Pemerintahan

Pemkot Probolinggo Melunak, Warung Boleh Buka Sampai 21.00


PROBOLINGGO – Pemkot Probolinggo akhirnya melunak. Desakan pengelola, pemilik warung, kedai, kafe, dan resto yang beroperasi pada malam hari dipenuhi oleh Pemkot. Sebelumnya, jam buka tempat usaha itu dibatasi sampai pukul 20.00. Kini, Pemkot memperbolehkan sampai pukul 21.00.

Aturan tersebut tertuang di Surat Edaran (SE) Wali Kota Probolinggo tertanggal 15 Februari 2021. Surat itu merupakan pengganti SE sebelumnya tertanggal 12 Januari 2020 yang isinya menuai protes.

Menanggapi SE terbaru tersebut, Koordinator Paguyuban Kafe, Kedai, Warung dan Resto (Paketo) Agus Hariyanto mengatakan, pihaknya menilai ada iktikad baik dari Pemkot. Terbitnya SE itu merupakan sikap bahwa Pemkot mau mendengarkan keluhan warganya.

Ditanya apakah puas dengan penambahan 1 jam tersebut? Agus menjawab relatif. Sebab setiap penjual makanan dan minuman butuh waktu yang relatif berbeda untuk menjual dagangannya. Misalnya kafe. Menurut Agus, jam operasional sampai pukul 21.00 dirasa masih kurang. “Kalau kafe jam tutup idealnya pukul 22.00,” katanya, Senin (15/02).

Meski begitu, pihaknya menerima dan akan tunduk dan patuh terhadap SE terbaru tersebut. Namun, pihaknya akan kembali menemui Komisi II DPRD Kota Probolinggo yang menjanjikan hearing gabungan dengan Komisi I dan Komisi III.

“Tujuannya untuk menklirkan SE itu agar tidak bermasalah terus. Kami akan mencoba akan berkoordinasi lagi dengan Komisi II,” katanya.

Agus mengatakan, isi dari SE terbaru sebagian besar sama dengan SE sebelumnya. Bedanya hanya 1 poin. Yakni poin pertama yang menyatakan adanya tambahan jam buka 1 jam. Namun ada kerancuan di poin lain yang membingungkan.

“Ada poin yang rancu. Sehingga muncul pertanyaan apakah kita boleh buka sampai pukul 20.00, tetapi hanya boleh melayani pembeli yang dibungkus saja, atau bagaimana. Jika kerancuan itu dibiarkan, khawatir di lapangan terjadi perselisihan antara petugas dengan penjual atau pedagang,” kata Agus.

Di sisi lain, Agus berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga ekonomi bisa pulih kembali. Selain tetap menjalankan protokol kesehatan super ketat, pihaknya juga berharap Pemkot segera melaksanakan vaksinasi. “Kalau masyarakat divaksin, kami yakin pandemi akan berakhir. Ekonomi lambat laun akan normal kembali,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha kecil Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Fitri mengatakan, Walikota merevisi SE sebelumnya karena melihat kondisi penyebaran Covid-19 saat ini mulai menurun. “Kami telah berkoordinasi sebelumnya dengan Satgas Covid-19 sebelum merevisi SE lama. Terutama soal jam buka operasional. Kita tambah 1 jam,” katanya.

Tujuannya adalah untuk memberi keleluasaan bagi pelaku ekonomi untuk bekerja lebih lama. Selain tambahan jam operasional 1 jam, Pemkot juga membolehkan restoran, kafe dan sentra kuliner UMKM untuk menerima pengunjung atau pembeli makan di tempat. Namun dengan syarat, kuotanya 50 persen dari kapasitas ruangan. “Kalau SE sebelumnya kan tidak boleh makan di tempat,” terangnya.

Ia juga menerangkan perihal poin yang rancu soal jam operasional. Fitri mengatakan, jam operasional tetap sesuai SE Walikota. Yakni buka mulai pukul 07.00 pagi hingga tutup pukul 21.00.  “Jam operasionalnya seperti itu, sesuai SE,” katanya. (gus/eem)


Bagikan Artikel