Politik & Pemerintahan

Mas Zulmi Apresiasi Pesantren Kreatif


KRUCIL – Kemandirian pondok pesantren cukup santer dibahas berbagai kalangan dalam beberapa tahun terakhir. Kini, wacana itu telah dipraktikkan dalam dunia nyata. Banyak pesantren yang telah menjalankan bisnis agar bisa mandiri secara ekonomi.

Di Kabupaten Probolinggo, salah satu pesantren yang menerapkannya adalah Pesantren Zainul Hasan 2 di Desa Tambelang, Kecamatan Krucil. Pesantren yang diasuh oleh KH. Mohammad Yusuf Ubaidillah itu membuat produk susu pasteurisasi.

Hal itu mendapat apresiasi Direktur Hasan Foundation H. Zulmi Noor Hasani. Mas Zulmi, sapaan karibnya mengatakan, pesantren sebenarnya memiliki pangsa pasar yang bagus dan potensial. Yaitu para santri, alumni, simpatisan, dan juga masyarakat umum.

“Eman jika pangsa pasar ini tidak dimaksimalkan,” ujar putra dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H. Hasan Aminuddin ini.

Menurutnya, saat ini belum semua pesantren memiliki unit usaha untuk menunjang perekonomiannya. Ia mengakui jika memulai sebuah bisnis merupakan suatu hal yang sulit.

“Namun jika serius untuk membuka dan menjalankan suatu usaha, maka akan sangat banyak jalan yang bisa dilalui untuk menuju sukses,” ungkap Ketua Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Probolinggo ini.

Mas Zulmi juga mengapresiasi pilihan usaha Ponpes Zaha 2 yang membuat produk susu pasteurisasi. Hal itu sesuai dengan potensi Kecamatan Krucil yang memiliki susu sapi yang cukup bagus.

“Memilih usaha tentu tidak bisa dilakukan sembarangan. Seperti, apa yang dijual, apakah produk itu bisa laku di masyarakat, dan sebagainya. Jadi, harus dilihat dulu ceruk pasar yang bisa dimaksimalkan agar produk yang dibuat, bisa laku di pasaran,” tutur Direktur Utama Koran Pantura ini. (eem)


Bagikan Artikel