Politik & Pemerintahan

Mendiang Wawali Subri Resmi Diberhentikan


PROBOLINGGO – Mendiang Wakil Walikota (Wawali) Probolinggo HM Soufis Subri akhirnya resmi diberhentikan. Pemberhentian ini dilakukan dalam rapat paripurna DPRD, Selasa (26/1) di ruang utama gedung DPRD Kota Probolinggo.

Rapat paripurna itu kemarin dipimpin Ketua DPRD Abdul Mujib. Mendiang Wawali Subri diberhentikan dengan hormat, karena meninggal dunia pada  Desember 2020 setelah terpapar Covid-19. Surat usulan pemberhentian wawali dibacakan Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo Abdul Haris Nasution.

Abdul Mujib menyatakan, paripurna pemberhentian wawali digelar atas surat Kementrian Dalam Negeri tertanggal 10 Desember 2020, disusul surat dari Gubernur Jawa Timur untuk segera menggelar rapat paripurna.

Disebutkan, berdasarkan UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, wakil walikota  yang berhalangan tetap karena meninggal dunia, harus diberhentikan melalui rapat paripurna DPRD. Molornya penyelenggaraan paripurna pemberhentian wawali, menurut Mujib karena menunggu waktu yang pas.

Selain itu juga untuk menghargai dan menghormati keluarga yang ditinggalkan. Sebab, waktu 40 hari menurutnya, masih masuk suasana berkabung atau berduka. Karenanya, surat permintaan Kementrian Dalam Negeri untuk menggelar paripurna, sehari setelah HM Soufis Subri meninggal dunia, baru bisa dilaksanakan kemarin.  

Selanjutnya, usulan pemberhentian mendiang Wawali Subri akan segera dikirim ke Kementrian Dalam Negeri melalui gubernur Jawa Timur untuk ditetapkan. Rencananya usai paripurna, surat usulan pemberhentian akan dikirim ke gubernur. “Kita kirim ke gubernur. Nantinya, gubernur yang akan meneruskan ke Kementrian Dalam Negeri. Kita tinggal menunggu surat penertaannya,” ujar Mujib usai paripurna.

Ditanya tentang siapa pengganti HM Soufis Subri, Mujib menyatakan hal itu merupakan kewenangan partai koalisi. DPRD hanya menetapkan nama yang diusulkan partai pengusung. Hingga saat ini, lanjut Mujib, belum ada nama yang masuk. “Belum ada nama yang diusulkan. Itu kewenangan ketua partai pengusung,” ujarnya.

Sementara, saat dikonfirmasi sebelum meninggalkan gedung DPRD kemarin, Walikota Hadi Zainal Abidin enggan berkomentar soal nama pengganti Wawali Subri. “Belum lah. Lha wong pemberhentian wawali baru dibacakan. Yang sabar ya,” ujarnya sambil melangkah menuju mobil dinasnya.

Sedangkan Sri Wahyuningsih selaku Pembina DPC Partai Demokrat Kota Probolinggo berterus terang sudah mengusulkan nama-nama calon pengganti mendiang HM Soufis Subri sebagai ketua DPC Partai Demokrat Kota Probolinggo. Hanya, ia tidak menjawab saat ditanya nama-nama yang sudah dikirim ke DPP tersebut. “Kami sudah mengirim nama-nama pengganti pak ketua. Terserah DPP siapa yang dipilih,” katanya.

Menurutnya, nama yang dipilih DPP nanti akan menjadi Plt Ketua DPC Partai Demokrat sempai periode kepemimpinan HM Soufis Subri berakhir. Saat ditanya apakah yang menjadi Plt Ketua DPC Partai Demokrat nantinya secara otomatis akan diusulkan menjadi pengganti HM Soufis Subri sebagai wakil walikota, Sri Wahyuningsih menjawab tidak.

“Tidak harus. Itu terserah DPP. Kami belum mengusulkan nama pengganti wakil walikota ke DPP,” pungkas anggota DPRD 4 periode ini. (gus/iwy)


Bagikan Artikel