Politik & Pemerintahan

Ratusan Miliar Dana Desa Segera Cair


KRAKSAAN – Anggaran Dana Desa (DD) di Kabupaten Probolinggo akan mulai dicairkan bulan depan langsung pada rekening desa masing-masing. Untuk itu setiap pemerintah desa diminta untuk segera menyerahkan Anggaran Pengeluaran dan Belanja Desa (APBDes) tahun ini.

Kasi Perencanaan dan Evaluasi Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo, Farhan Hidayat menyampaikan beberapa hal. Pagu DD tahun ini baru keluar beberapa pekan lalu. Ada beberapa desa yang mengalami penambahan jumlah pagu, ada juga yang mangalami pengurangan pagu.

Namun, kata Farhan, DD tersebut belum bisa dicairkan pada masing-masing rekening desa. Bilamana dari pihak desa tidak segera menyerahkan APBDes tahun ini. “Pagu DD setiap desa ada yang berkurang ada juga yang bertambah,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, rencana pencairan yang akan dilakukannya mulai bulan depan. Akan tetapi pencairan itu tidak akan dicairkan secara serentak seluruh desa. Melainkan tergantung pada pengumpulan APBDesa. Lebih cepat mengumpulkan berarti bisa lebih awal melakukan pencairan.

“Kami tetap akan membantu mengupayakan. Rencana pencairan itu memang sejak Bulan Februari. Akan tetapi tergantung dari kesiapan masing-masing desa. Semakin cepat semakin baik,” jelas Farhan.

Menurutnya, hingga saat ini masing-masing desa masih dalam proses menyiapkan pemberkasan APBDesa itu. Ia berharap jika sudah selesai untuk segera diserahkan pada pihaknya. Agar bisa segera diajukan pencairan tanpa harus kenunggu desa yang lain.

“Siapa yang mengumpulkan lebih awal maka akan kami upayakan lebih dulu untuk pencairannya. Karena tahun ini tidak menunggul terkumpul lalu diajukan secara kolektif. Melainkan tergantung kesiapan masing-masing desa,” tutupnya.

Jika bercermin sebelumnya, Kabupaten Probolinggo pernah menjadi daerah dengan perolehan Dana Desa (DD) tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2020. Total dana yang digelontorkan saat itu untuk 325 desa di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, mencapai Rp 392 miliar. (yek/ra)


Bagikan Artikel